BEKASI.POJOKSATU.id - Belum genap satu periode kepemimpinan Kepala Desa Cijengkol A. Saefulloh, status indek desa membangun (IDM) Desa Cijengkol melejit.

Saat baru menjabat pada 2018, status Desa Cijengkol masih tertinggal. Akan tetapi, belum genap enam tahun (satu periode) statusnya sudah Desa Mandiri.

Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas, serta kemandirian dalam mengelola sumber daya dan mengatasi masalah lokal.

Baca Juga: Kades Cijengkol Kejar Pemerataan Infrastruktur Jalan Lingkungan

A. Saefulloh menyampaikan bahwa bersama dengan RT-RW dan program-program seperti "maghrib mengaji" serta alokasi dana desa untuk guru ngaji dan relawan kesehatan telah berkontribusi pada kesuksesan ini.

Dalam hal infrastruktur, jalan-jalan desa sudah mencapai tingkat kelayakan sekitar 80 persen, dengan target mencapai 100 persen pada tahun 2024.

"Meskipun masih terdapat 20 persen jalan lingkungan yang membutuhkan perbaikan, hal ini dianggap wajar dan menjadi fokus pembangunan selanjutnya," kata dia.

Fasilitas kesehatan dan pendidikan di Desa Cijengkol juga sudah lengkap, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik.

Baca Juga: Pemdes Cijengkol Terima Usulan 3 Dusun, Susun Skala Prioritas

Saefulloh menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan proses dan waktu, dan fokus pembangunan tahun 2024 akan difokuskan pada infrastruktur untuk menghindari ketidakpuasan di masyarakat.

Status desa mandiri ini memberikan keuntungan bagi masyarakat, karena desa dengan status mandiri memiliki beberapa keistimewaan salah satunya dana transfer dari pusat yang lebih besar, dan pengaturan dana desa yang lebih fleksibel.

Sehingga, bukan tidak mungkin hal ini dapat mempercepat laju pembangunan di Desa Cijengkol.***