BEKASI.POJOKSATU.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturachman, menjelaskan LDKS tahun ini diikuti 60 peserta dari 40 sekolah di 23 kecamatan. Meski belum semua sekolah dapat mengirimkan perwakilan, Disdik berencana membuka kesempatan bagi sekolah yang belum berpartisipasi.

“Program ini sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun, hanya saja pada 2025 durasinya ditambah menjadi tujuh hari,” jelasnya.

Materi pelatihan, kata Imam, sesuai arahan Bupati, meliputi bela negara, kedisiplinan, pembentukan karakter, hingga penyaluran minat dan bakat siswa.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Gelar LDKS di Yonif 202 Tajimalela, Bupati Ade Dorong Penguatan Karakter Pelajar

Ia juga menyoroti pengaruh gawai pada anak-anak.

“Gadget bisa berdampak positif kalau digunakan dengan tepat, tapi juga bisa jadi negatif saat dipakai berlebihan. Ini yang membuat anak-anak kurang fokus,” katanya.

Imam turut menyinggung keterbatasan guru BK dan menyebutkan adanya aplikasi Getak sebagai solusi pendampingan bagi siswa yang membutuhkan konseling.

Menutup keterangannya, Imam memberi motivasi kepada seluruh peserta agar menjadi kebanggaan bagi keluarga dan negara.

Baca Juga: Jumlah Penerima Insentif Guru Ngaji di Bekasi Bertambah, Penyaluran 2026 Capai 2.000 Orang

“Yang penting ada kemauan. Hal yang sulit akan jadi mudah kalau ada kemauan. Saya yakin anak-anak bisa membanggakan orang tua, bangsa, dan negara. Dan yang terpenting, carilah ridho orang tua supaya kalian sukses,” pesannya.***