BEKASI.POJOKSATU.id – Arus balik Lebaran di jalur Pantura Kabupaten Bekasi makin ramai dipadati kendaraan pemudik.
Di tengah kepadatan itu, ada pemandangan yang mencuri perhatian, yakni kerupuk melarat yang digantung di motor para pemudik.
Kerupuk warna-warni khas Cirebon dan Subang ini terlihat dibawa pemudik sebagai oleh-oleh saat kembali ke Bekasi dan wilayah Jabodetabek. Selain murah, camilan ini juga punya cita rasa khas yang bikin banyak orang ketagihan.
Pantauan Pojokbekasi di Jalan Pantura Teuku Umar, terlihat para pemudik di dominasi membawa oleh-oleh kerupuk melarat yang dikemas dalam plastik bening.
Bayu Saputra (35), pemudik asal Indramayu, mengaku kerupuk melarat sudah jadi oleh-oleh wajib setiap kali balik ke Jakarta.
“Ini buat dibagi-bagi ke tetangga kontrakan. Kalau nggak bawa ini rasanya kurang,” kata Bayu, Kamis 26 Maret 2026.
Bayu menyebutkan untuk harga kerupuk melarat cukup terjangkau, yakni Rp15 ribu per bungkus dengan pilihan rasa manis dan asin.
Baca Juga : Balik Lebaran Diguyur Hujan, Pemudik Padati Jalur Pantura hingga Tersendat
“Murah tapi banyak yang suka. Saya beli dua bungkus,” ujar bayu.
Hal serupa disampaikan Kustanto (28), pemudik asal Pemalang, Jawa Tengah, mengaku, bahkan sudah menerima titipan dari tetangganya di Bekasi untuk membeli kerupuk melarat.
“Sudah dititip dari sebelum mudik. Ini memang favorit, murah meriah tapi ngangenin,” ucap Kustanto.
Kerupuk melarat sendiri memiliki keunikan dalam proses pembuatannya. Berbeda dengan kerupuk pada umumnya yang digoreng menggunakan minyak, camilan ini digoreng memakai pasir yang telah disaring dan disangrai.
Meski terdengar tidak biasa, pasir yang digunakan merupakan pasir khusus yang aman untuk makanan. Proses ini menghasilkan tekstur kerupuk yang renyah dengan rasa khas.
Selain praktis dibawa, harga yang ekonomis membuat kerupuk melarat tetap jadi pilihan utama pemudik sebagai buah tangan. Di tengah arus balik Lebaran, camilan sederhana ini justru menjadi simbol kebersamaan dan tradisi berbagi saat kembali ke perantauan.****




