BEKASI.POJOKSATU.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menyelenggarakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di Aula Kantor Kecamatan Setu, Kamis pagi, 27 November 2025.4⁴ Agenda lima tahunan ini dibuka langsung oleh Camat Setu, Joko Dwijatmoko, dengan mengusung tema “Menjaga Kebaikan, Merawat Kemaslahatan.”

Camat Joko memberikan penghormatan atas dedikasi ulama dan pengurus MUI tingkat kecamatan, sekaligus berharap kepemimpinan baru periode 2025–2030 dapat memperkuat kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah.

“Siapa pun yang terpilih nantinya, kami berharap dapat bekerja sama dengan baik. MUI adalah wadah berbagai organisasi keagamaan sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Peran MUI tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga pada sektor lainnya,” ujar Joko.

Baca Juga: Antre hingga Tiga Jam di Tengah Terik, Warga Babelan Berburu BLT Kesra Rp900 Ribu di Kantor Pos

Senada, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bekasi, KH. Drs. Ahmad Sanukri, MM., menegaskan dua fungsi utama MUI: melayani kebutuhan umat dan menjadi mitra implementasi kebijakan pemerintah. Ia turut mengapresiasi kenaikan anggaran pembinaan MUI kecamatan tahun 2025.

“Anggaran MUI berasal dari pemerintah daerah. Tahun ini ada kenaikan menjadi Rp10 juta per MUI kecamatan, dari sebelumnya Rp8 juta. Kami berharap MUI Setu dapat mendorong dan mendukung program pemerintah di tingkat kecamatan maupun desa,” ucapnya.

Dalam arahannya, KH Ahmad Sanukri juga mendorong agar kepengurusan baru segera mengeksekusi program nyata setelah terbentuk, khususnya pada agenda yang bersinggungan dengan pembinaan umat, stabilitas sosial, dan dukungan kebijakan publik di wilayah Setu.

Baca Juga: Dari Desa Pra-Sejahtera ke Panggung Provinsi: Semangat Perempuan dan CSR di Cikarageman Dongkrak Optimisme Bekasi

Forum ini turut dihadiri Prof. Dr. KH. Mahmud, Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah, tokoh masyarakat H. Toto Iskandar.***