BEKASI.POJOKSATU.id - Para nelayan di Kampung Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi demonstrasi di tengah laut pada Senin, 14 April 2025.
Aksi ini merupakan bentuk protes karena pagar laut yang menghalangi jalur melaut mereka belum sepenuhnya dibongkar oleh pemerintah maupun pihak perusahaan.
Pagar laut berupa deretan batang bambu milik PT Tata Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara (MAN) masih membentang di perairan. Hal ini membatasi akses nelayan tradisional untuk mencari ikan, sehingga mengganggu mata pencaharian mereka.
Baca Juga: Ketua BPD Kertarahayu Nilai Bantuan Benih Padi Menolong Petani Terdampak Banjir
Salah satu nelayan, Muhammad Ramli (42 tahun), mengatakan pembongkaran yang dilakukan sebelumnya hanya di bagian dekat daratan reklamasi dan terkesan hanya seremonial.
"Yang dibongkar cuma sebagian kecil dekat reklamasi, itu pun cuma untuk seremoni. Setelah itu, tidak ada lagi kelanjutannya," ungkap Ramli.
Baca Juga: Nelayan Tarumajaya Protes, Pagar Laut Belum Dibongkar Total
Ia berharap pemerintah provinsi, khususnya Gubernur Jawa Barat, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi para nelayan yang kesulitan melaut.***




