BEKASI.POJOKSATU.id - Lurah Burangkeng, Nemin bin Sain, menegaskan bahwa warga desanya tidak sedang mengemis, melainkan menuntut hak mereka atas kompensasi bau dari aktivitas TPA Burangkeng. Ia menilai penundaan pencairan dana yang sudah dianggarkan sejak awal tahun sangat tidak adil.
“Ini bukan uang hibah atau bantuan sosial. Dana ini sudah dianggarkan dalam APBD murni. Bukan menunggu ketok palu DPRD, uangnya sudah ada. Jadi harusnya diproses cepat,” tegasnya saat diwawancarai pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Nemin juga mengingatkan bahwa warga Burangkeng telah berpuluh tahun menanggung dampak langsung dari keberadaan TPA, sementara kompensasi yang diterima hanya Rp100 ribu per bulan.
Baca Juga: Lurah Burangkeng Minta Pemkab Bekasi Segera Cairkan Dana Kompensasi Bau
“Warga Burangkeng masih mau desanya dijadikan tempat buang sampah, itu sudah bentuk pengorbanan besar. Tapi jangan sampai mereka merasa dizalimi karena haknya tidak segera diberikan,” tambahnya.
Nemin khawatir jika warga telanjur kecewa tidak lagi meminta uang kompensasi bau, tapi meminta TPA Burangkeng ditutup secara permanen.***




