BEKASI.POJOKSATU.ID - BPBD Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di tengah masa peralihan musim atau pancaroba yang sedang berlangsung.

Meski secara kalender wilayah Bekasi mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026, kondisi cuaca di lapangan masih menunjukkan adanya hujan di sejumlah wilayah.

Hal ini dinilai berpotensi memicu berbagai bencana yang kerap terjadi saat masa transisi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh lengah meskipun musim kemarau mulai datang.

Baca Juga: Fleksibilitas WFH Diuji, DPRD Bekasi Ingatkan Kinerja Tetap Maksimal Meski Agenda Dikurangi

“Secara prediksi kita mulai memasuki musim kemarau, namun kondisi di lapangan saat ini masih terdapat hujan di sejumlah wilayah. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 15 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa kondisi pancaroba merupakan periode yang rawan karena perubahan cuaca yang tidak menentu.

Potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, hingga tanah longsor dapat terjadi secara tiba-tiba.

Saat ini, Kabupaten Bekasi juga masih berstatus siaga darurat bencana hingga 30 April 2026.

Baca Juga: Puluhan Jabatan Kosong, Pelayanan Publik di Bekasi Terancam Terganggu

Status tersebut mencakup berbagai potensi ancaman seperti banjir, cuaca ekstrem, abrasi, hingga longsor yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat.

Menurut Dodi, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi ini.

Ia mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi lingkungan.

“Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekeringan serta menjaga ketahanan air dan pangan di tengah perubahan musim,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipatif, seperti menggunakan air secara bijak, memperbaiki kebocoran, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran saat musim kering.

Di sektor pertanian, warga diminta untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, termasuk menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan dan mengatur jadwal tanam secara tepat.

Baca Juga: Kasus Pencurian Motor PCX di Warkop, Polisi Ringkus 5 Pelaku Berkat Rekaman CCVTV

BPBD juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit yang dapat muncul akibat perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang tidak stabil.

Imbauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dinamika cuaca yang semakin sulit diprediksi.

Dengan kewaspadaan dan langkah antisipatif yang tepat, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan.***