BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kemacetan yang terjadi akibat pembukaan U-Turn di jalur cepat Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di depan Perumahan Grand Cikarang City atau setelah Stasiun Lemahabang.
U-Turn tersebut sejatinya membantu pengendara, terutama pengendara motor, untuk mempersingkat waktu perjalanan. Namun, di sisi lain, fasilitas ini justru memperparah kemacetan, terutama di pagi dan sore hari.
Sianturi Roni (33 tahun), salah seorang pengguna jalan, mengatakan bahwa sebelum U-Turn dibuka, arus lalu lintas di Jalan RE Martadinata lebih lancar.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Voli Porseni Desa Tamanrahayu 2025
“Sekarang pagi dan sore macet, banyak motor yang antre mutar balik. Kalau bisa, jam buka-tutupnya diatur. Pas jam sibuk ditutup dulu, siangnya baru dibuka. Jauh sedikit juga gak apa-apa, yang penting jalan lancar,” keluhnya saat ditemui, Sabtu, 21 Juni 2025.
Jalan Urip Sumoharjo atau dikenal juga sebagai Jalan Lemahabang merupakan jalan nasional yang menjadi penghubung utama wilayah Cikarang dengan volume kendaraan tinggi, baik roda dua, mobil pribadi, hingga truk besar.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, mengatakan pembukaan U-Turn tersebut merupakan respons atas permintaan warga dan pedagang Pasar Lemahabang. Mereka mengeluhkan kesulitan akses saat titik putar itu sebelumnya ditutup.
“Saat ditutup, omzet pedagang pasar menurun karena konsumen kesulitan menjangkau pasar. Bahkan retribusi pasar ikut terdampak. Jadi ini upaya menyeimbangkan antara kelancaran lalu lintas dan kepentingan ekonomi warga,” jelas Yana.
Baca Juga: Mobilitas Warga Desa Cijengkol Semakin Lancar Usai Pengecoran Jalan Kalikembang
Yana mengakui kemacetan memang terjadi di waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu, pihaknya telah menerapkan skema buka-tutup U-Turn.
“Dibuka pukul 04.00–05.00 WIB untuk melayani pembeli pasar, lalu ditutup saat jam sibuk mulai pukul 06.00 WIB. Kita terus evaluasi dan upayakan solusi yang terbaik bagi semua pihak,” kata dia mengakhiri.***




