B
EKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengajukan pembangunan fly over dan underpass di dua titik perlintasan sebidang yang selama ini menjadi sumber kemacetan di kawasan Cikarang.
Dua proyek yang masuk dalam prioritas usulan yakni pembangunan fly over Telaga Asih di Kecamatan Cikarang Barat dan underpass Lemahabang di Kecamatan Cikarang Utara.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Menurut Agus, kondisi lalu lintas di kedua titik tersebut sudah sangat padat sehingga membutuhkan penanganan segera.
Baca Juga: Warga Mustika Grande Dukung Ismuri Kembal Jadi Anggota BPD Burangkeng
“Kemarin kami sudah sampaikan kepada Bappenas bagaimana kondisi di Kabupaten Bekasi. Tingkat kemacetan di dua titik tersebut memang luar biasa,” ujar Agus, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan tersebut juga sejalan dengan arahan Prabowo Subianto terkait penataan perlintasan sebidang di berbagai wilayah.
Agus menuturkan, kedua proyek sebenarnya telah memiliki detail engineering design (DED), sehingga siap direalisasikan apabila mendapat persetujuan pemerintah pusat.
Berdasarkan dokumen perencanaan, pembangunan underpass Lemahabang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp99 miliar, sedangkan fly over Telaga Asih membutuhkan biaya sekitar Rp85 miliar.
Perlintasan Lemahabang yang berada di dekat Stasiun Lemahabang menjadi akses penghubung Jalan KH Raden Ma’mun Nawawi Cikarang-Cibarusah dengan Jalan Nasional Jenderal Urip Sumoharjo.
Menurut Agus, proyek underpass Lemahabang menjadi yang paling siap direalisasikan lantaran pembebasan lahan telah dilakukan oleh Pemkab Bekasi sejak beberapa tahun lalu.
“Istilahnya kalau disetujui, tinggal langsung dikerjakan,” katanya.
Baca Juga: 20 Warga Daftar Calon BPD Ciledug 2026-2034, Kades Siapkan Deklarasi Damai
Meski demikian, hingga kini proyek tersebut belum terealisasi. Pemkab Bekasi berharap usulan terbaru yang diajukan ke pemerintah pusat dapat segera memperoleh persetujuan agar kemacetan di kawasan tersebut bisa segera teratasi.
Sementara itu, perlintasan Telaga Asih yang berada di wilayah perbatasan Cikarang Barat dan Cibitung juga menjadi titik kemacetan akibat tingginya volume kendaraan setiap hari.
Agus menyebut, skema pembangunan fly over Telaga Asih diharapkan dapat dilakukan oleh Kementerian Perhubungan seperti proyek underpass Tambun dan Cibitung sebelumnya.
Namun berbeda dengan proyek Lemahabang, pembangunan fly over Telaga Asih masih memerlukan proses pembebasan lahan.
“Di Bekasi kami sampaikan bahwa kami siap membebaskan lahan. Semoga ini pun bisa terealisasi,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Bekasi juga telah mengusulkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan pintu perlintasan di 10 titik berbeda di Kabupaten Bekasi.***




