BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menertibkan kawasan pasar di sekitar Sentra Grosir Cikarang (SGC) guna menciptakan lingkungan pasar yang lebih aman, tertib, dan nyaman, khususnya bagi pengguna jalan. Penertiban ini akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Forkopimda dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan bahwa penataan pasar harus dimulai dari membangun ketertiban sebagai dasar untuk menciptakan sistem pasar yang terarah dan lebih baik ke depannya.

"Pasar harus kita rapikan dulu. Kalau sudah tertib, kita bisa mulai dengan berbagai ide dan rencana untuk pengembangannya," kata Ade dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Forkopimda bersama Ormas se-Kabupaten Bekasi di Aula KH Noer Alie, Gedung Bupati, Cikarang Pusat, baru-baru ini.

Baca Juga: Daftar Lengkap Tenant SGC Mall, dari Ramayana hingga Cinema XXI

Ia mengakui bahwa pedagang kaki lima memberi kontribusi ekonomi, namun keberadaan mereka di pinggir jalan seringkali menyebabkan kemacetan.

"Silakan berdagang, tapi jangan sampai mengganggu lalu lintas. Karena itu kita mulai dari penertiban, dan ini butuh dukungan semua pihak – Forkopimda, ormas, dan warga," jelasnya.

Pemkab Bekasi juga tengah merancang regulasi dan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pembangunan lokasi khusus untuk para pedagang kaki lima, dengan pembiayaan dari APBD, bantuan pusat/provinsi, atau kerja sama swasta.

"Kalau perlu, kita bangun tempat khusus untuk PKL dan kita anggarkan. Ini harus dibahas lintas sektor," tambah Ade.

Ia pun mengingatkan seluruh pihak agar menjaga situasi tetap kondusif selama proses penataan berjalan.

"Pemerintah siap menjaga ketertiban dan kedamaian. Jika ada pihak yang memaksakan kepentingan pribadi dan menimbulkan gangguan, tentu kami akan bertindak tegas," tegasnya.***