BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi masih dilanda kekeringan akibat musim kemarau.
Salah satu cara menanggulangi kekeringan adalah mengirim air bersih ke desa-desa yang terdampak.
Jutaan liter air bersih telah disalurkan Pemerintah Kabupaten Bekasi ke daerah kekeringan. Akan tetapi, suplai air bersih tampaknya akan dikurangi.
Baca Juga: Kades Tamansari Ajak Warga Beri Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Anggaran tanggap darurat bencana kekeringan sudah menipis, itulah yang membuat Pemkab Bekasi mengurangi suplai air bersih.
Oleh karena itu juga, Pemkab Bekasi mengubah status tersebut menjadi masa transisi darurat.
"Tidak berarti menghentikan pelayanannya, hanya layanannya lebih difokuskan untuk air bersih domestik rumah tangga," kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, belum lama ini.
Baca Juga: 3.618,5 Hektare Sawah di Bekasi Kekeringan Terancam Gagal Tanam
Dani menerangkan pengubahan status tersebut karena terkendala APBD perubahan tahun 2023 yang masih berproses.
Pemkab Bekasi lebih berfokus pemberian bantuan air bersih untuk penggunaan domestik rumah tangga melalui tangki air.
"Untuk pelanggan PDAM kami perintahkan tambah tangki air agar pelanggannya yang terkendala suplai air bisa terkompensasi meskipun tidak semaksimal melalui pompa," demikian kata dia.***




