BEKASI.POJOKSATU.id - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengunjungi warga Kampung Babakan Rengas RT 2 RW 1, Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, yang mengalami krisis air bersih akibat sumur warga mengering selama sekitar sepekan.
Dalam kunjungannya pada Selasa, 28 Juli 2026, Asep memastikan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan terus mendistribusikan bantuan air bersih setiap hari kepada masyarakat yang terdampak kekeringan, baik di wilayah utara maupun selatan Kabupaten Bekasi.
"Alhamdulillah hari ini saya dapat berkunjung langsung kepada warga yang terdampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan air bersih mereka dapat terpenuhi dengan baik," ujar Asep.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menjelaskan bahwa bantuan air bersih di Kampung Babakan Rengas telah disalurkan secara rutin selama hampir dua pekan sejak permintaan pertama diterima.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 2,7 Juta Liter Air Bersih ke 21 Desa Terdampak Kekeringan
"Selama 10 hari terakhir kami terus mengirimkan dua tangki air setiap hari. Bantuan ini akan terus diberikan selama kondisi kekeringan masih berlangsung," kata Muchlis.
Ia menambahkan, BPBD setiap hari mengoperasikan delapan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang rutin mengalami kekeringan saat musim kemarau, baik di kawasan utara maupun selatan Kabupaten Bekasi.
Penyaluran bantuan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti PMI, Perumda Tirta Bhagasasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), kawasan industri, pelaku usaha, komunitas, serta unsur masyarakat lainnya.
"Kami membagi distribusi bantuan secara bergilir dan saling melengkapi dengan berbagai pihak agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi," jelasnya.
Salah seorang warga penerima bantuan, Wati (29), mengaku sangat terbantu dengan pasokan air bersih yang diberikan pemerintah. Menurutnya, sumur di rumahnya sudah tidak mengeluarkan air sehingga bantuan tersebut menjadi satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Dedi Darip Bertekad Jaga Keasrian Desa Kertarahayu, Siap Lawan Galian Tanah Ilegal
"Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu karena sumur di rumah sudah benar-benar kering," ujarnya.
Wati mengatakan, meski sejumlah sumur di kampungnya memiliki kedalaman antara 15 hingga 25 meter, seluruhnya tetap mengalami kekeringan.
"Baru tahun ini kondisinya benar-benar parah. Hampir sebulan sumur kami kering seperti ini," tutupnya.***




