BEKASI.POJOKSATU.id – Aksi tawuran remaja yang diduga akan pecah di kawasan Lemah Abang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, berhasil digagalkan aparat kepolisian pada Sabtu (16/5/2026) dini hari.

Dalam operasi tersebut, Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi mengamankan empat remaja beserta sejumlah senjata tajam (sajam) modifikasi yang diduga akan digunakan untuk bentrokan antarkelompok.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat petugas tengah melakukan patroli rutin di wilayah rawan kriminalitas dan gangguan kamtibmas.

Polisi menerima laporan warga terkait adanya gerombolan remaja mencurigakan di sekitar Stasiun Lemah Abang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan pengejaran terhadap para remaja yang panik melarikan diri saat melihat kedatangan polisi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni mengatakan, langkah cepat petugas berhasil mencegah potensi aksi tawuran yang bisa membahayakan keselamatan masyarakat.

“Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan empat remaja sebelum sempat melakukan aksi tawuran,” ujar Kombes Sumarni, Minggu (17/5/2026).

Tak hanya menangkap para pelaku, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berbahaya di area jalur rel kereta api Stasiun Lemah Abang yang diduga menjadi lokasi berkumpul kelompok tersebut.

Barang bukti yang diamankan di antaranya dua bilah celurit berukuran besar, satu corbek modifikasi, satu stik golf besi, hingga satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk mengatur pertemuan tawuran.

Baca Juga : 4 Remaja Diciduk Saat Hendak Tawuran di Bekasi, Polisi Sita Celurit hingga Stik Golf Besi

“Saat ini seluruh pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Cikarang Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Fenomena tawuran remaja yang kini marak terjadi menjelang waktu subuh juga menjadi perhatian serius kepolisian.

Kombes Sumarni kemudian melayangkan peringatan keras kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka pada malam hari.

Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi kunci penting untuk mencegah remaja terlibat dalam aksi kriminal jalanan.

“Pastikan anak-anak sudah berada di rumah saat malam hingga dini hari. Jangan sampai mereka terlibat aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu gangguan keamanan di lingkungan sekitar.***