BEKASI.POJOKSATU.id - Menanamkan ilmu agama sejak usia dini itu sangat penting khususnya pembelajaran yang disampaikan melalui pondok pesantren, selain itu ponpes juga turut berkontribusi dalam mencetak generasi para penerus bangsa dimasa mendatang yang memiliki nilai-nilai agamis, berakhlakul karimah, dan berwawasan luas diberbagai bidang.
Salah satunya pendidikan agama di Pondok Pesantren Miftahul Mahabbah-Annawawy ini berada di Kampung Selang Jati, Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, memiliki 5 program unggulan diantaranya program Tafaqquh Fiddin kemudian program Tahfidzul Quran Watahfidz Al-Qutub, dan Dakwah program Lughoh serta Tarbiah Ruhiah.
Selaku pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Mahabbah Annawawy KH Abdul Karim Nawawi mengatakan program-program tersebut merupakan modal utama ketika para santri bermukim di ponpes sebelum melanjutkan pembelajaran kitab-kitab lainnya, Program Tafaqquh Fiddin sendiri yaitu memperdalam dan memahami ilmu agama serta mengamalkannya kemudian Tahfidzul Qur'an Watahfidz Al Qutub, menghafalkan Al-Quran dan menghafalkan kitab-kitab dari semua bidang ilmu.
"Maka setiap santri akan menghafal Al-Quran serta menghafal kitab ilmu Nahwu, kitab Shorof, Fikih, Tauhid dan Tajwid serta berbagai kitab lainnya, program Dakwah sendiri yaitu setiap santri diajarkan metodenya kemudian mempelajari muhadoroh yang baik seperti apa dan akan dipraktekkan berdakwah," ucap Pengasuh Ponpes.
Sementara itu program lughoh diwajibkan bagi seluruh santri yaitu berbahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari pada setiap kegiatan maupun aktivitasnya, dan pada waktu sore diterapkan berbahasa Inggris kemudian saat malam harinya diperbolehkan berbahasa Indonesia, yang kelima program Tarbiah Ruhiah juga sangat penting diajarkan kepada santri dengan pendidikan tarbiah untuk menata ruhani.
"Terdapat metode khusus yang paling utama bagi santri dengan memperhatikan semua kegiatan hasil belajar dan mengajar serta diwajibkan memiliki target, yang hasilnya setiap ustadz wajib menulis dengan mensyarahkan untuk mengarang buku terlebih dahulu, namun untuk santrinya mereka diwajibkan murojaah di waktu-waktu yang telah kami tentukan supaya bisa mengkaji semua kitab-kitab ilmu dan menjalankannya dengan baik," ucap KH Abdul Karim Nawawi.
Pihak ponpes sendiri menargetkan setiap santri mampu menghafal 4 juz Al-Quran dalam setahun apabila dalam 3 tahun para santri diponpes ini bisa menghafal 12 juz, dan hingga kini Pondok Pesantren Miftahul Mahabbah Annawawy telah meluluskan 3 orang alumni untuk melanjutkan pendidikan untuk menimba ilmu agama di Al Azhar Mesir dan Hadramaut Yaman.
"Alhamdulillah yang mukim ke Mesir ada 1 orang santri dan ke Yaman 2 santri karena ponpes kami baru berdiri 3 tahun dan ada 1 santri yang mondok di wilayah Cianjur STAI Imam Syafi'i yang gurunya berasal dari Timur Tengah, jadi semua ada 4 santri namun dalam negeri 1 santri," jelas Pendiri Ponpes.
Dalam mempersiapkan para santrinya sebelum menempuh pendidikan di luar negeri yakni dengan mendidik dan harus menguasai bahasa Arab, kemudian menguasai ilmu syariat, ilmu fiqih, hadits bahkan sampai ilmu tafsir, hal itu yang diajarkan ketika semasa santri mondok di Ponpes Miftahul Mahabbah Annawawy.
Pendidikan agama di Timur Tengah sendiri mempunyai tradisi memegang sanad riwayat sebagai mata rantai ilmu dari para guru-guru.
"Persiapannya membekali diri mereka harus khatam kitab Alfiah sebagai dasar ilmu nahwu kedua juga menghatamkan kitab Fathul Muin sebagai dasar ilmu Fiqih dan ketiga hafalan Quran meski hanya 15 juz itu bekal mereka yang kita siapkan di ponpes Miftahul Mahabbah ini," ucap. Dia.
"Kalian harus menjadi generasi yang bisa menjawab tantangan zaman di masa depan dengan membekali semua bidang ilmu dan kepada santri yang belum berangkat persiapkan diri kalian untuk menempuh perjalanan menuntut ilmu yang lebih serius lagi khususnya di Al-Azhar maupun hadramaut Yaman," demikian kata dia.***




