BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap anggaran program Operasi Pasar Bersubsidi dapat ditambah pada tahun depan.
Harapan tersebut muncul setelah pelaksanaan program tahun ini dinilai masih memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.
Program Opadi digelar sebagai upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Melalui program tersebut, warga dapat membeli paket sembako dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
Setiap paket sembako dijual dengan harga Rp40 ribu, sementara harga normal di pasaran diperkirakan mencapai sekitar Rp90 ribu per paket.
Selisih harga tersebut berasal dari subsidi pemerintah sebesar Rp50 ribu untuk setiap paket sembako yang dijual kepada masyarakat.
Paket sembako yang disediakan dalam program ini berisi beras premium tiga kilogram, minyak goreng premium satu liter, gula pasir satu kilogram, serta tepung terigu satu kilogram.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmy Yenti, mengatakan bahwa program Opadi memang sangat membantu masyarakat, khususnya mereka yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Baca Juga: Polisi Imbau Pemudik Waspada Kecelakaan Saat Mudik Lebaran
Namun, ia mengakui jumlah paket sembako yang tersedia masih terbatas sehingga belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kami sudah menerima segitu, enggak bisa nambah. Kami tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sepenuhnya, jadi caranya kita berikan kepercayaan kepada desa, RT, dan RW supaya membagi sama rata,” ujar Helmy, Kamis 12 Maret 2026.
Pada pelaksanaan tahun ini, pemerintah menyiapkan sebanyak 3.447 paket sembako bersubsidi yang didistribusikan secara terbatas di dua wilayah, yakni Kecamatan Cikarang Utara dan Kecamatan Babelan.
Kedua wilayah tersebut dipilih karena dinilai paling rentan terhadap kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.
Dari total paket yang tersedia, sebanyak 1.700 paket dialokasikan untuk Kecamatan Cikarang Utara, sementara 1.747 paket lainnya disalurkan kepada warga di Kecamatan Babelan.
Meski jumlah tersebut cukup membantu masyarakat, Helmy menilai kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar.
Banyak warga yang sebenarnya membutuhkan akses terhadap sembako murah, tetapi belum dapat terjangkau oleh program tersebut.
Baca Juga: Polisi Berlakukan Sistem One Way di Kalimalang Saat Mudik Lebaran 2026
Karena itu, pemerintah daerah berharap pada tahun mendatang alokasi anggaran untuk program operasi pasar bersubsidi dapat ditingkatkan agar jumlah paket sembako yang tersedia juga bisa ditambah.
“Semoga tahun depan bisa ditambahkan anggaran karena amat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menilai program Opadi tetap menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang momen besar seperti Idulfitri.***




