Pojokbekasi.com - Kebebasan beribadah serta toleransi antar umat beragama harus menjadi perhatian pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Begitu juga dengan hak untuk mendapatkan pendidikan agama yang harus terpenuhi.
Aspirasi itu disampaikan Relawan Lentera Kasih (Relasi) saat mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan di Pilkada Jabar 2024. Relasi terdiri dari para pendeta umat Kristiani dan pemuka agama lainnya.
Dewan Pengarah Relasi Jawa Barat Steven Pratama mengatakan, ada dua isu penting dalam persoalan toleransi beragama yang diperjuangkan. Keduanya berkaitan dengan kebebasan beribadah serta pemenuhan hak untuk mendapatkan pendidikan agama.
"Sebenarnya ini bentuk dari aspirasi kawan-kawan kita di Jawa Barat yang kita adakan di Kabupaten Bekasi dalam rangka menyalurkan aspirasi kami di Pilkada Jawa Barat. Kebetulan memang Kang Dedi dan Bang Erwan merupakan sosok yang harum namanya di kalangan kami, di kalangan kawan-kawan pemuda Kristen, kalangan Kristen pada umumnya," kata Steven usai deklarasi di Tambun Selatan, Jumat (25/10/2024).
Isu pertama, kata Steven, terkait dengan kebebasan setiap warga melaksanakan ibadah. Hingga kini, perizinan mendirikan tempat ibadah masih sulit ditempuh. Kondisi ini membuat hak melaksanakan ibadah terhambat.
"Berdasarkan survei Setara Institute, Bekasi itu indeks toleransinya tertinggi kedua di Jawa Barat. Tapi memang masalah yang terjadi masih sama. Di mana harusnya mengurus rumah ibadah dengan baik dengan gampang asal seusai dengan syaratnya," ucapnya.
Menurut dia, perizinan pembangunan tempat ibadah masih memerlukan waktu panjang hingga bertahun-tahun.
"Bahkan ada yang hampir 40 tahun diurus izinnya, cukup lama. Hingga akhirnya baru tahun ini izinnya terbit," katanya.
Isu kedua yakni terkait pemenuhan guru agama di setiap sekolah. Menurut dia, hampir 70 persen sekolah negeri di Jawa Barat tidak memiliki guru agama. Alhasil banyak siswa yang harus ke gereja untuk meminta nilai.
"Kebutuhan-kebutuhan pengajar di sekolah baik di tingkat SD maupun sampai di tingkat SMA banyak yang kurang dari segi Jawa Barat untuk penyediaan guru-guru bagi umat Kristen. Banyak anak-anak kita, adik-adik kita yang masih minta nilai ke gereja hanya sekadar untuk nilai agama setiap bulannya," ucap Steven.
Kebutuhan guru agama ini harus menjadi perhatian para calon gubernur dan wakil gubernur. Karena bagaimana pun juga, setiap anak berhak memperoleh pendidikan agamanya di sekolah.
"Kekurangan guru agama menurut kami bukan hal yang baik, karena kan kita sama-sama warga negara di Indonesia. Baiknya diperlakukan sama," ungkapnya.
Steven optimistis dua isu tersebut dapat segera dituntaskan oleh pasangan Dedi-Erwan. Untuk itu, mereka mendeklarasikan diri mendukung paslon nomor urut 4 tersebut.
"Makanya Kang Dedi sama Kang Erwan ini sepaham soal itu, dan kami bukan hanya di keumatan saja karena kita pun tersebar di berbagai bidang. Jadi kami bergerak bersama-sama untuk mendulang suara yang ada semua kawan-kawan tercerahkan, terangkat bahwa Indonesia itu rumah bersama buat kita. Baik itu untuk indeks kemiskinan, kesejahteraan bersama, itu merupakan kebutuhan semua umat," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, calon Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, toleransi beragama menjadi salah satu perhatian pihaknya. Kerukunan antar umat harus terus dijaga, karena sekaligus menjadi dasar dari pembangunan suatu daerah.
“Kami bisa terus menjaga kondusivitas di daerah. Sejak kami bertugas di Sumedang, di Kota Bandung, kami berkomunikasi dengan FKUB agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kami ingin daerah kita aman dan kondusif. Kondisi ini harus tetap dijaga," katanya.
"Semua agama ajarannya sama tentang kedamaian, jangan memusuhi sesama manusia. Hubungan dengan manusia, jangan saling mengganggu. Bagiku agamaku, bagimu agamamu," tambah Erwan.



