BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 4.184 kepala keluarga (KK) terdampak banjir rob sejak Jumat, 13 Desember 2024.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi mengatakan, ribuan kepala keluarga yang terdampak banjir rob berada di pesisir pantai.

"Yang terdampak itu ada di Kecamatan Muaragembong, Kecamatan Tarumajaya, dan Kecamatan Babelan," ungkap Dodi, saat dihubungi bekasi.pojoksatu.id, Rabu, 18 Desember 2024.

Dodi menyebutkan, paling banyak warga yang terdampak banjir rob berada di Kecamatan Muaragembong. Sebab, daratan Kecamatan Muaragembong lebih mendekati pesisir pantai. 

"Untuk di Kecamatan Muaragembong yang terdampak mencapai 3.184 KK, sedangkan Kecamatan Tarumajaya sebanyak 755 KK dan Kecamatan Babelan sebanyak 245 KK," ungkap dia.

Baca Juga: Enam Hari Banjir di Muaragembong, Bantuan Belum Diterima Warga

Dodi menjelaskan, kejadian banjir rob kerap terjadi setiap pertengahan bulan atau posisi bulan sedang dekat dengan bumi.

"Terutama yang tinggal di wilayah pesisir pantai dengan gravitasinya menyebabkan air pasang, kemudian ditambah pada saat musim penghujan volume air pasang semakin meningkat," tegas dia.

Dodi mengaku pihaknya sudah mengirimkan logistik seperti makanan dan minuman hingga kebutuhan yang mendesak lainnya untuk masyarakat.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera memberikan solusi jangka panjang, agar dapat mengatasi banjir rob yang kerap menghantui masyarakat.

"Mengingat banjir rob terus berulang, kami berharap ada solusi penanganan jangka panjang dari dinas atau instansi teknis terkait," tutup dia. ***