POJOKSATU.id - Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bekasi Dr. Irwan Raharja menyayangkan terjadi dualisme kepemimpinan di SDIT Attsurayya, Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Dualisme itu membuat anak didik dan para orang tua mengalami ketidaknyamanan dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Menurut dia, telah melakukan mediasi sebagai salah satu fungsi Dewan Pendidikan sesuai dengan perundangan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Disdik, Kabid SD dan secara sistem SDIT Attsurayya teregistrasi kepala sekolah yang baru yaitu Nanang Setya Ganda. Ia pun menyesalkan kejadian sejak Januari 2023 lalu menjadi konflik yang berakibat pada siswa dalam proses belajar," kata dia.

"Siswa yang ada dihadapkan dengan konflik, karena guru pun ada yang pro dan kontra keputusan SK, sehingga anak-anak dibuat bingung dan kami memohon kepada yayasan bertindak tegas," sambung dia.

Irwan Raharja menerangkan bahwa xinas sesuai legal formal untuk yang tercatat di sistem itu adalah kepala sekolah yang baru Nanang Setya Ganda.

"Bukan bukan Alwi Alatas, kalau kepala sekolah yang lama memaksakan nantinya kasihan murid pada saat ujian, dan sebagainya tidak bisa ter-entry di sistem Dinas Pendidikan, karena semuanya saat ini sudah by sistem", ujar dia.

Dunia pendidikan, lanjut Irwan, adalah dunia yang sangat prinsip dan sangat fundamental, tapi ia cukup miris dan prihatin dengan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi baik para share holder atau stake holder yang ada.

"Karena memang tujuan kita turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi di Bekasi ada beberapa kasus mirip dengan SDIT Attsurayya ini hal ini tentunya mengganggu proses belajar mengajar, karena prosesnya terganggu outcome output nya pasti tidak akan maksimal," ucap sia.

"Ini mempengaruhi lulusan peserta didik, tentunya akan mempengaruhi IPM-nya. Orientasi pemerintah di mana 2045 menjadi Indonesia Emas, tentunya anak-anak yang sekarang masih SD ini akan memberikan kontribusi yang sangat besar di 2045, dan Indonesia sudah 100 tahun merdeka, basic manusia menjadi matang menjadi dewasa melalui pendidikan, pendidikan formal, non formal dan sebagainya adalah Education", tambah dia.

Dia menegaskan yayasan harus berani agar siswa dan guru dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan baik.

Berdasarkan informasi yang didapat Pojoksatu.id, pada Januari 2023, Yayasan Daarun Naadwah Cikarang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian Alwi Alatas sebagai Kepala SDIT Attsurayya.

Kemudian Yayasan Daarun Naadwah mengeluarkan SK Pengangkatan kepada Nanang Setya Ganda. Namun Alwi tidak terima dengan SK tersebut karena menganggap adanya surat perjanjian yang menyatakan bahwa dia tidak akan diberhentikan sebagai Kepala SDIT Attsurayya.

Mediasi dimulai pada 26 Maret 2023 digagas pertemuan untuk mendamaikan kedua pihak namun tidak berhasil karena Alwi tidak hadir. Pertemuan tersebut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Saiful Islam, Ketua Dewan Pendidikan, Dr. Irwan Raharja, dan pengurus yayasan, namun tak membutuhkan hasil.

Beberapa kali mediasi mengalami kegagalan hingga mediasi dilakukan di Polsek Cikarang, pada Senin 17 Juli 2023.

Informasi itu menyebutman Alwi tidak bersedia menghadiri mediasi tersebut. Dia meminta Ketua Komite, Aziz untuk mewakili.

Belakangan diketahui Aziz adalah kakak kandung dari Alwi. Atas bujukan anggota Bhabinkamtibmas akhirnya Alwi hadir di mediasi di Polsek Cikarang.

Akhirnya mediasi yang berlangsung di Polsek Cikarang memutuskan untuk mendapatkan arahan dan petunjuk dinas terkait.

Pada 18 Juli 2023, pukul 13.00 WIB, kedua pihak yang bersengketa dipertemukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Dalam mediasi tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi telah melegitimasi dan mengakui untuk saat ini berdasarkan fakta dokumen bahwa Kepala SDIT Attsurayya di bawah Nanang diakui dinas.

Dinas Pendidikan saat itu menyarankan bahwa Alwi untuk bisa menerima fakta tersebut dan menyerahkan sepenuhnya tugas dan wewenangnya sebagai kepala SDIT Attsurayya.

Ladamediasi tersebut mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, yaitu Kabid SD Yudi, dan Kepala Seksi Kurikulum, Adi Maryadi.***