POJOKSATU.id - Dua ormas terlibat keributan di simpang SGC (Sentra Grosir Cikarang), Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis, 3 Agustus 2023.
Keributan itu diduga karena pengelolaan lapak pedagang di pasar tumpah simpang SGC.
Para anggota ormas membawa bambu panjang berukuran besar, sementara kelompok lain tak mau kalah juga membentengi diri dengan berbagai benda.
Pedagang sekitar yang namanya enggan diungkap mengatakan keributan itu justru membuat pedagang kerepotan.
Baca Juga: Rahmat Effendi Resmi Dicopot dari Jabatan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Jadi Pengganti
"Jadi kalau ribut-ribut kaya gini yang menjadi dampaknya ya pedagang sendiri. Seharusnya pembeli datang karena ada keributan jadi pada takut untuk belanja," ungkap dia, Jumat, 4 Agustus 2023.
Dia mengatakan kedua belah pihak seharusnya menahan diri agar tidak terjadinya bentrokan dan itu membuat pedagang merugi.
"Seharusnya mah kedua belah pihak saling menahan diri, kalau bisa mah mereka mediasi di kantor kepolisian di Polsek ataupun Polres Metro Bekasi kan enak dari pada ribut," tegas dia.
Dia menceritakan awal mula terjadinya keributan yakni kedua belah pihak dua kelompok masyarakat saling berebut dan lahan.
Baca Juga: Jalan Utama Rusak dan Bikin Repot Pengendara, Pemdes Muktijaya Sudah Ajukan 3 Tahun Berturut-Turut
"Mungkin pemicu keributan gara-gara perebutan lahan. Kedua belah pihak saling berebut kekuasaan mungkin begitu," ungkap dia.
Sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian keributan yang terjadi di pasar tumpah simpang SGC.***




