BEKASI.POJOKSATU.id - Ketiadaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Shell Mangunjaya, Jalan Raya Villa Indah, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, berpotensi berdampak pada pengurangan jumlah pekerja.

Shift Manager SPBU Shell Mangunjaya, Devi, menjelaskan bahwa kelangkaan bensin membuat operasional terganggu dan kemungkinan besar akan berimbas pada pemangkasan tenaga kerja.

“Untuk pengurangan (pegawai) itu nanti paling terjadinya di Oktober ya,” ungkap Devi kepada wartawan, Rabu, 17 September 2025.

Ia menuturkan, stok BBM jenis Super (RON 92) diperkirakan habis pada akhir September, sedangkan V-Power (RON 95) sudah kosong sejak lama. Saat ini, SPBU tersebut mempekerjakan sekitar 13 orang yang terdiri dari operator, mekanik, hingga kasir.

Baca Juga: Sah, Lahan Pertanian Seluas 36.917,23 Hektare di Kabupaten Bekasi Tidak Bisa Beralih Fungsi

“Bisa separuhnya ya, jadi karena di sini ada anak baru, ada anak lama, nanti kita akan pertimbangkan di situ (yang bertahan),” tambahnya.

Jika pasokan benar-benar habis, SPBU Shell Mangunjaya hanya akan membuka layanan bengkel sambil menunggu distribusi BBM kembali normal. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan suplai akan kembali tersedia.

Devi berharap pemerintah melalui Kementerian ESDM dapat segera mengatasi persoalan izin impor agar kuota BBM bisa ditambah.

“Kita kan juga ada target ya dari owner, terus pokoknya izinnya segera diatasi lah, karena izin impor saat ini ada di Kementerian ESDM,” pungkasnya.***