BEKASI.POJOKSATU.id - Banjir rob yang menerjang permukiman warga yang berada di wilayah Kabupeten Bekasi, sudah terjadi sejak 5 hari terakhir.

Diketahui Bahwa banjir Rob tersebut menerjang dua Kecamatan yakni Tarumajaya dan juga Babelan sudah lima hari.

Seorang warga Kampung Sembilangan, Desa Samudra Jaya, Saiful (35), menjelaskan, bahwa banjir rob sudah terjadi sejak lima hari terakhir, dengan ketinggian mencapai 80 centimeter.

Namun kata Saiful, warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing, dibandingkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Kalau untuk saat ini kondisi banjirnya sekarang itu banjir rob, banjir laut. Puncaknya kemarin di hari Jumat (5/12/2025), ketinggian air variasi sih, soalnya kontur tanah beda-beda. Kalau di dekat rumah saya sekira 50 Cm, tapi kalau diujung paling dalam bisa sampai 80 Cm," kata Saiful, Minggu 7 Desember 2025.

Dia menjelaskan, kalau banjir rob di sekitar rumahnya tersebut bukan pertama kali terjadi. Hanya saja, sepanjang tahun 2025 sudah menerjang sebanyak 8 kali.

Baca Juga : Memasuki Cuaca Ekstrem, Pemerintah Kota Dipastikan Sudah Siap

Saiful menuturkan, Hal ini berbeda dibandingkan pada tahun 2024, 2023 hanya terjadi dua kali dalam satu tahunnya.

"Sekarang banjir laut itu satu tahun ini (2025) mungkin bisa mencapai delapan kali, ya, gitu, beda sama tahun sebelumnya," ucap dia.

Saiful menuturkan akibat peristiwa ini sejumlah warga di lokasi mengalami keluhan tubuh gatal, bahkan demam.

Tidak hanya melanda permukiman warga, banjir rob juga menerjang fasilitas musholla yang ada di wilayah tersebut. Hal ini, membuat musholla tidak dapat digunakan.

Bahkan aktifitas belajar mengajar di sekolah juga sempat diliburkan beberapa hari karena gedung terendam banjir.

Baca Juga : Pelaku Penipuan Tenaga Kerja Sudah Raup Keuntungan Puluhan Juta Rupiah

"Tidak hanya itu, warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai petani tambak juga mengalami kerugian karena lokasi usahanya terendam banjir dan membuat gagal panen," ungkap dia.

Saiful berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dapat melakukan tinjauan ke lokasi banjir untuk memberikan perhatian kepada warga terdampak.

Sebab kata dirinya, bahwa selama lima hari dilanda banjir, belum ada bantuan apapun terhadap warga terdampak.

"Ya, warga sih berharap kepada pemerintah dan juga ya instansi yang lainnya gitu juga. Tinjaulah sekali-sekali, gitu kan. Mungkin di tahun ini beberapa kali sudah pernah terjadi banjir juga, gitu kan, sudah memberikan bantuan. Tapi kami juga kan butuh solusi juga. Jangan sampai lingkungan ini menjadi langganan banjir terus-menerus, gitu," tutup dia.***