POJOKBEKASI.COM - Sejumlah wartawan dari berbagai media cetak dan elekronik yang bertugas di wilayah Bekasi menggelar aksi damai menolak intimidasi terhadap jurnalis di depan Polsek Cikarang Pusat, Rabu (3/9/2025).

Aksi damai itu dilakukan setelah salah seorang wartawan bernama Andi Mardani diduga diintimidasi oleh oknum polisi saat tengah mengambil gambar di gerbang Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi pada Senin (1/9/2025).

Andi yang saat itu seorang diri sedang mengambil foto kegiatan rekonstruksi di samping Polsek Cikarang Pusat menggunakan kamera handphone-nya tiba-tiba dihampiri oleh tiga oknum polisi berpakaian bebas.

Saat itu Andi sudah mengatakan kalau dirinya adalah wartawan Radar Bekasi. Namun ketiga oknum polisi itu justru memaksa Andi untuk menghapus foto-foto yang tersimpan di handphone-nya.

"Saya dipegang, dan langsung diambil HP dan diminta dihapus fotonya," kata Andi di lokasi aksi.

Andi berusaha mempertahankan foto-foto hasil liputan yang tersimpan di handphone-nya. Namun ketiga oknum polisi itu justru terus merangkul dan memegang tangan kirinya dengan keras hingga ia merasa sakit.

Handphone pun akhirnya berpindah tangan, dan foto-foto hasil liputan dihapus oleh oknum polisi tersebut.

"Yang megangin saya dua orang, saya melepas itu (HP) karna tangan saya udah ngilu, sakit, fokus saya adalah menyelamatkan handphone," ucapnya.

Aksi damai yang dilakukan sejumlah wartawan ini direspon oleh Kapolsek Cikarang Pusat AKP Umboh dengan menerima pekerja media masuk ke dalam aula polsek. Di hadapan peserta aksi, Umboh meminta maaf atas tindakan ketiga anggotanya.

"Saya atas nama Kapolsek dan jajaran anggota mohon maaf atas tindakan yang dilakukan itu," ungkapnya.

Umboh juga mengatakan peristiwa ini menjadi pelajaran bagi jajarannya agar ke depan tidak melakukan perbuatan serupa.

"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan bakal evaluasi terhadap sikap dan tindakan berlebihan anggota kita di lapangan, pekerjaan wartawan dilindungi dan wartawan itu mitra kepolisian, sekali lagi ini jadi bahan evaluasi kami," katanya.

Di akhir audiensi itu, oknum anggota Polsek Cikarang Pusat yang diduga melakukan intimidasi menyampaikan permohonan maaf dan bersalaman dengan Andi Mardani.(*)