POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Bekasi berusaha terus untuk memperkuat kelembagaan koperasi dan pemberdayaan anggotanya.
Kepala dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi dan Farida menjelaskan bahwa dia ingin mengoptimalkan nilai operasi sehingga ada upaya bersifat preventif dan kuratif dengan menggandeng sejumlah pihak seperti akademisi pengawas koperasi dan elemen lainnya
"Karena kita ingin Koperasi di kabupaten ini sehat dan UMKM yang ada pun bisa diwadahi dalam bentuk koperasi karena itu mempunyai kekuatan yang luar biasa," tutur Ida, Rabu, 18 Januari 2023.
"Kita sering lihat di running text keinginan pak menteri bahwa 2024 ini akan disuruh dengan pengentasan kemiskinan dan ini bisa diinterpretasi dari seluruh perangkat daerah salah satunya Peran kita adalah bagaimana membentuk wirausahawan muda," sambung dia.
BACA JUGA: Program Kerja Koperasi Dapat Masuk Musrenbang
Pada rapat yang digelar di kantor Dinas Koperasi dan UKM tersebut, Ida turut mengundang pakar, praktisi, dan akademisi sesuai bidangnya masing-masing.
Mereka tergabung dalam tim ahli Konsultasi Pengembangan Koperasi dan Penanganan Masalah (Kopi Panas).
Tim ini, tutur Ida, dapat memberikan konsultasi perkoperasian, layanan kelembagaan, layanan advokasi hingga peningkatan keahlian koperasi.
"Selama ini kan mereka kalau ada permasalahan itu mau konsultasinya ke mana sih, kami sebagai lembaga Pembina, misalnya kayak kemarin mereka ada pergantian pengurus mereka ingin ada seleksi yang betul-betul qualified," tutur Ida.
"Kita yang diminta untuk membuat soalnya, ada tes, Kemudian dari aspek-aspek yang udah kita nilai kita serahkan ke mereka seperti psikotes kita tidak di situ. Jadi pola rekrutmen dengan baik lah bukan pola kedekatan," sambungnya.
Ida berharap dengan kopi panas, lembaga koperasi bisa semakin maju secara usaha dan sehat secara kelembagaan. (Andi Saddam)




