BEKASI.POJOKSATU.id - Kasus bully yang melanda pelajar SDN Kayuringin Jaya 16 yang dilakukan oleh sekelompok oknum pelajar SMAN 2 Bekasi berakhir damai.

Perjanjian perdamaian tersebut terjadi di SDN Kayuringin Jaya 16, para pelajar yang melakukan bully dipertemukan dengan para korbannya dan juga orang tua kedua belah pihak.

Wakil Ketua Komisi perlindungan anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Novrian menjelaskan kedua belah pihak bersepakat untuk melakukan perdamaian.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Oknum Pelajar SMAN 2 Bekasi Bully Anak SD

"Jadi para orang tua dari pihak siswa yang jadi korban, mereka sepakat memaafkan dan prosesnya untuk beberapa orang tua tidak lanjut," ucap Novrian kepada awak media, Senin, 27 November 2023.

Novrian menerangkan para pelaku dan juga korban bully bersepakat untuk berdamai dan tidak ada lagi dendam.

"Karena saya khawatir nanti ada dendam, proses belajar mengajar terganggu dan mereka berjanji siswa SMA hari ini tidak akan jadi pembela dan mereka akan melindungi adik adiknya," ujar dia.

"Jadi tadi orang tua pelaku dan korban kita temukan, walaupun akhirnya dipisah akhirnya kita satukan dan samakan persepsi, dilakukan pendekatan terbaik untuk anak," tambah Novrian.

Baca Juga: Oknum Pelajar SMAN 2 Bekasi Bully Bocah SD Gara-Gara Sepak Bola

Novrian juga menyesalkan bahwa aksi bully yang dilakukan para pelajar juga direkam dan tidak sengaja tersebar hingga akhirnya viral.

Dia menegaskan ada salah satu siswa SD juga diputar-putar hingga akhirnya muntah-muntah. Tidak hanya di situ saja, salah seorang korban juga kena sikut.

"Tapi mereka sebenarnya sudah saling memaafkan, sudah saling menerima, bahkan mereka berjanji senior senior yang melakukan tindakan salah akan melindungi adik-adiknya," demikian kata dia.***