BEKASI.POJOKSATU.id - Tidak banyak masyarakat yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih caleg DPRD Provinsi dalam pemungutan suara lanjutan (TPS) di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu, 24 Februari 2024.
Berdasarkan informasi yang diterima bekasi.pojoksatu.id, hanya terdapat 196 masyarakat yang menggunakan hak suaranya dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Bahkan dari 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terdapat di Kelurahan Bojong Rawalumbu, ada salah satu hanya terdapat 3 warga yang menggunakan hak suaranya, yakni di TPS 224.
Baca Juga: Pemungutan Suara Ulang Batal Terselenggara di 3 TPS Bekasi Timur
Pantauan bekasi.pojoksatu.id di Kelurahan Bojong Rawalumbu, tidak banyak masyarakat yang datang ke kelurahan untuk menggunakan hak suaranya melakukan pemilihan untuk DPRD Provinsi.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 224, Bayu Nugroho menjelaskan jumlah DPT yang melakukan pemungutan Suara Lanjutan (PSL) yakni 26 masyarakat.
"Untuk yang menggunakan hak suaranya melakukan PSL hanya 3 orang saja, karena ini kurang sosialisasi kepada masyarakat yang belum melakukan pencoblosan," jelas Bayu, kepada bekasi.pojoksatu.id, Sabtu,24 Februari 2024.
Baca Juga: Update Real Count KPU: 10 Caleg dengan Suara Terbanyak di Dapil 8 Jawa Barat
Bayu menerangkan dari PPS ke KPPS baru diinformasikan pada Jumat malam tentanf pemungutan suara lanjutan tersebut.
"Untuk distribusi formulir C nya kan itu terhambat. Akhirnya kita memberitahu melalui WhatsApp saja kepada ketua RT setempat, jadi tidak begitu banyak masyarakat yang mau datang juga," terang dia.
Selain itu juga, pada kurangnya surat sara rata-rata di TPS di wilayah Rawalumbu hanya untuk Pemilihan DPRD Provinsi saja. Namun untuk semuanya terpenuhi.
"Untuk kekurangan hampir merata di semua TPS yang ada di wilayah Rawalumbu," tegas dia.
Banyak masyarakat yang tidak datang untuk melakukan pencoblosan lanjutan tersebut, karena tidak ada gregetnya untuk melakukan pemungutan Suara tersebut.
"Ya mungkin ini, karena ini cuman 1 doang jadi kurang peminat dan membuat kosong pencoblosan ini," demikian kata dia.***




