BEKASI.POJOKSATU.id - Mantan pemain Timnas Indonesia, Nuralim, mengapresiasi keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan melakukan naturalisasi untuk bermain untuk Timnas Indonesia U-23.
Namun, kata Nuralim, naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI sempat menjadi kontra di masyarakat Indonesia.
"Saya pribadi salah satu orang yang kontra, banyak pemain naturalisasi yang bermain bukan pemain hasil kompetisi liga yang diambil untuk Timnas Indonesia U-23," ungkap Nuralim, kepada awak media, Senin, 29 April 2024.
Baca Juga: Ketua KONI Kota Bekasi Yakin Timnas Indonesia Mampu Tumbangkan Uzbekistan
Ketidaksetujuan Nuralim beralasan, karena dia menilai pada tahun 2010, PSSI juga pernah melakukan hal sama dengan banyaknya naturalisasi namun hasilnya tidak memuaskan.
"Waktu itu kan juga sempat jamannya era sebelum pak Erick Thohir ada pemain naturalisasi, cuma perekrutannya itu yang salah, dalam arti pas dia sudah melawati usai emas," ucap Nuralim.
Akan tetapi, berbeda dengan tahun ini, PSSI lebih selektif dan pemain yang direkrut memiliki kualitas serta garis keturunan Indonesia.
"Sekarang pemain naturalisasi itu bagus-bagus, perekrutan itu benar karena mereka memiliki garis keturunan dan mau membela tanah leluhurnya," tegas dia.
Baca Juga: AFC Asian Cup U-23: Preview Indonesia vs Uzbekistan, Misi Berat Garuda Muda Ukir Sejarah di Asia
Adanya pemain naturalisasi di Timnas Indonesia, dapat membantu pemain-pemain muda yang bermain membela Timnas Indonesia dan meningkatkan kualitas pemain.
"Kehadiran pemain-pemain naturalisasi membuat pemain muda yang bermain lebih terpacu dan termotivasi," demikian kata dia.***




