BEKASI.POJOKSATU.id - Tahun ajaran baru kali ini sejumlah penjual seragam sekolah sangat yang berada di Pusat Pertokoan Kranji, Kota Bekasi, mengeluh.

Omzet mereka cenderung turun pada tahun ini, tak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Maya (35 tahun) salah seorang penjual seragam sekolah di blok C-1 mengatakan penurunan omzet karena jumlah pembeli yang juga menurun.

Baca Juga: Ali Beberkan Alasan NasDem Dukung Tri Adhianto

"Tidak begitu ramai untuk yang membeli seragam baru pada tahun ini," ucap Maya, kepada awak media, Senin, 15 Juli 2024.

Dia mencatat penurunan omzet sampai dengan 40 persen.

Dia menduga penyebab hal itu karena sekolah yang ada di Kota Bekasi juga menyediakan seragam untuk para siswa.

Baca Juga: Banyak Bangku Kosong pada PPDB Kota Bekasi

"Katanya ada tambahan seragam juga di sekolah, kaya pramuka, ada juga yang seragam putihnya pada beli di sana, ada yang semuanya beli di sekolah juga ada. Jadi kayak gitu sekarang kebanyakan sekolah ngadain (jual) seragam," kata dia.

Maya mengatakan sekolah mewajibkan orang tua siswa untuk membeli seragam di sekolah yakni untuk sekolah swasta.

"Kalau swasta itu menyediakan seragam di sekolah. Nah, untuk negeri itu hanya Pramuka dan juga batik-batik saja di sediakan di sana," ujar dia.

Maya meminta kepada Pemerintah, untuk mengatur kebijakan terkait pembelian seragam sekolah. Hal ini karena para penjual seragam sangat dirugikan.

Baca Juga: Pengurus Majelis Taklim Nurul Fathia Resmi Dikukuhkan Wiwik Hargono Tri Adhianto

"Harapannya ya kalau itu sekolah tidak usah mengadakan penjualan seragam supaya orang-orang beli di luar (toko seragam). Karena kebanyakan konsumen tuh bilang kalau beli di sekolah harganya lebih mahal," demikian kata dia.***