BEKASI.POJOKSATU.id - Selain beberapa kuliner seperti Jalabia dan Gabus Pucung, Bekasi masih menyimpan segudang wisata kuliner yang bisa kalian coba.

Kue Dongkal menjadi salah satu kuliner yang dapat kalian coba jika sedang berkunjung ke Bekasi.

Jika dilihat sekilas, bentuknya mirip seperti nasi tumpeng, hanya saja camilan ini menggunakan tepung sebagai bahan utamanya dan bukan nasi.

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Bekasi yang Jarang Orang Ketahui, Wajib Dicoba Nih!

Nama "dongkal" berasal dari cara pengirisan yang dilakukan dengan menggunakan centong saat mengambil bagian dari kue.

Dahulu, Kue Dongkal menggunakan tepung gaplek sebagai bahan utamanya, namun sejak tahun 1970-an, bahan utamanya berubah menggunakan tepung beras.

Nantinya, tepung beras ini akan dipadukan dengan bahan seperti gula aren atau gula kelapa lalu dikukus dan dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk layaknya tumpeng.

Baca Juga: Resep Soto Betawi, Kuliner Tradisional dengan Rasa yang Lezat

Secara tekstur, dongkal mirip dengan putu, hanya saja dongkal sedikit lebih kasar karena penggunaan tepung beras yang berbeda.

Kue ini biasanya dapat kalian temui di acara besar masyarakat Betawi seperti pernikahan, khitanan dll.

Camilan ini sudah eksis sejak dekade 1940-an, di mana saat itu menjadi jajanan pasar yang disantap sebagai sarapan pagi.

Meskipun dikenal sebagai kuliner khas Betawi, Kue Dongkal juga dapat kalian temukan di berbagai daerah seperti Cianjur, Bandung, Bogor dan Sukabumi.

Hanya saja beberapa daerah tersebut tidak menggunakan nama dongkal sebagai penyebutan melainkan "awug".

Baca Juga: Sandi Uno Bakal Ajak Personel Coldplay Icip Kuliner Khas Indonesia

Dalam penyajiannya, biasanya kue dongkal akan dikemas dalam sebuah wadah kotak menggunakan bahan seperti sterofoam atau kotak plastik.

Sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman, kuliner ini sudah mulai jarang kita jumpai bahkan di acara-acara besar saat ini.***