BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengakui bahwa jumlah pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jatisampurna, mengalami peningkatan.

Meskipun dikatakan mengalami peningkatan, akan tetapi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, tidak menyebutkan secara pasti jumlah kenaikan pasien ODGJ tersebut.

Namun, Tanti mengaku, bahwa dari waktu ke waktu RSUD Jatisampurna semakin banyak melayani pasien ODGJ.

"Yang jelas itu ada peningkatan pasien di RSUD Jatisampurna, mereka banyak yang datang untuk mendapatkan pengobatan," ungkap Tanti, saat dihubungi bekasi.pojoksatu.id, Minggu 6 Oktober 2024.

Hal ini disebabkan tidak adanya layanan rumah sakit khusus yang melayani ODGJ di Kota Bekasi, selain di RSUD Jatisampurna.

Baca Juga: Setelah Didemo Sopir Angkot, Ada Kemungkinan Pemberlakuan Tarif BisKita

"RSUD Jatisampurna sebenernya bukan rumah sakit khusus, tapi kebetulan di sana melayani pasien ODGJ," tegas dia.

Dia membeberkan, rata-rata pasien berasal dari wilayah Kota Bekasi dan hampir didominasi oleh masyarakat dari kalangan menengah ke bawah.

"Nah kita kesulitan karena banyak keluarga yang enggan merawat anggota keluarga yang terkena ODGJ," kata dia.

Pihaknya berharap keberadaan RSUD Jatisampurna bisa ditopang dengan hadirnya panti rehabilitasi sehingga pasien-pasien ODGJ bisa dialihkan ke panti rehabilitasi usai menjalani perawatan.

"Kita ini mestinya ada panti rehabilitasi. Fungsinya menampung ODGJ setelah menjalani pengobatan di rumah sakit, ini kita yang belum punya," kata dia. ***