BEKASI.POJOKSATU.id - Sebanyak 22.856 kepala keluarga (KK) di Kota Bekasi terdampak banjir yang terjadi pada Selasa, 4 Maret 2025. Banjir ini melanda delapan kecamatan dan 26 kelurahan, menyebabkan sebagian warga harus mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso, mengungkapkan wilayah Jatiasih mengalami dampak paling parah akibat banjir kiriman.
"Di Jatiasih, terdapat tujuh perumahan yang terdampak, dengan total luas area banjir mencapai 145,7 hektare," ujar Priadi kepada media, Rabu, 5 Maret 2025.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Keluarga Mengungsi ke Hotel saat Banjir
Lima perumahan dengan kondisi terparah di antaranya adalah Vila Jatirasa, Memang Ifi, Pondok Mitra Lestari, Pondok Gede Permai, dan Perumahan AL.
"Di wilayah tersebut, sebanyak 5.229 kepala keluarga terdampak, dengan total 16.733 jiwa. Ketinggian air mencapai lebih dari tiga meter," jelas dia.
Sementara itu, Kecamatan Bekasi Selatan juga mengalami dampak cukup besar, dengan lima kelurahan yang terendam banjir.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kritisi Walikota Bekasi yang Menginap di Hotel saat Rakyat Kebanjiran
"Di Kelurahan Jakamulya terdapat 8 titik banjir, Jakasetia 5 titik, Pekayon Jaya 6 titik, Kayuringin Jaya 13 titik, dan Margajaya 8 titik," tambah Priadi.
Pemerintah Kota Bekasi bersama BPBD terus berupaya menyalurkan bantuan dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir untuk memastikan keselamatan mereka.***




