BEKASI.POJOKSATU.id – Kasus korban bully di Pondok Gede kembali mencuat ke publik usai keluarga korban menyuarakan kekecewaan terhadap sikap pihak sekolah. Korban, seorang siswa SD Negeri berinisial Z (10 tahun), menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya pada Jumat, 16 Mei 2025.
Menurut ibunda korban, Amelia (35 tahun), pihak sekolah justru lebih dulu menemui keluarga pelaku ketimbang korban. Ia merasa perlakuan itu menunjukkan ketidakpekaan terhadap anaknya yang tengah mengalami trauma dan luka fisik.
"Baru setelah saya bicara di media, pihak sekolah datang menemui kami. Sebelumnya mereka hanya berkomunikasi dengan pelaku," ujar Amelia, Senin, 9 Juni 2025.
Baca Juga: Kasus Bully di SDN Pondok Gede, Bocah 10 Tahun Alami Cedera Serius
Amelia menuturkan bahwa dirinya menanggung seluruh biaya pengobatan sang anak tanpa bantuan dari pihak sekolah maupun keluarga pelaku. Ia menegaskan hanya ingin keadilan bagi putranya.
"Saya tanggung biaya sendiri. Tapi yang kami minta adalah keadilan," kata dia menegaskan.
Ia juga menyayangkan penanganan sekolah terhadap pelaku yang dinilai tidak adil. Hanya satu pelaku dipindahkan ke sekolah lain, sementara tiga lainnya hanya dipindahkan kelas.
Kini, keluarga korban berharap Pemerintah Kota Bekasi turun tangan. Amelia mengaku sudah mengirimkan pesan langsung kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar kasus ini tidak diabaikan.
Baca Juga: Arus Balik Libur Idul Adha: 199 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Naik 34,99 Persen
"Saya sudah DM Pak Wali dan Pak Gubernur. Kami harap ada tindakan," kata dia mengakhiri.***




