BEKASI.POJOKSATU.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mulai menerapkan sistem baru pengaturan lalu lintas di tiga stasiun utama: Stasiun Bekasi, Stasiun Kranji, dan Stasiun Bekasi Timur. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi pada jam-jam sibuk, khususnya pagi dan sore hari.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Bekasi, Muhammad Iqbal Bayuaji, menjelaskan bahwa pola pengaturan lalu lintas disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing stasiun. Penerapannya dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas di tiap titik.
"Saat ini, kami masih fokus di wilayah Bekasi Barat, terutama di sekitar Stasiun Bekasi. Di sana sistem pengaturan satu arah dan pengalihan rute angkot (rerouting) sudah diterapkan dan berjalan cukup baik," kata Iqbal, Rabu, 30 Juli 2025.
Baca Juga: Porprov Jabar 2026: Kota Bekasi Siapkan Bonus Rp200 Juta bagi Peraih Emas
Ia menyebut, Stasiun Bekasi dijadikan percontohan dalam penerapan sistem lalu lintas baru. Hasilnya, arus kendaraan di kawasan tersebut kini terlihat lebih teratur dan lancar.
Sementara untuk Stasiun Kranji, Dishub masih melakukan evaluasi dan menyusun pendekatan yang sesuai. “Setiap stasiun punya tantangan berbeda, jadi pengaturannya juga harus spesifik,” tegas Iqbal.
Ia menambahkan bahwa Stasiun Bekasi Timur menjadi titik yang paling kompleks untuk ditangani. Volume kendaraan yang tinggi serta frekuensi KRL yang padat, terutama saat jam pulang kerja, membuat pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut jauh lebih menantang.
"Kereta lewat tiap beberapa menit di Bekasi Timur, itu membuat pengaturan kendaraan di sekitarnya cukup sulit," ungkapnya.
Untuk mendukung sistem ini, Dishub menambah jumlah petugas lapangan, termasuk menempatkan personel di pos-pos permanen di area stasiun serta tim reaksi cepat untuk penanganan situasional.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Akui Kebocoran PAD dari Reklame Ilegal, Siapkan Penertiban
“Kami siagakan tim pengendalian di lokasi secara tetap, ditambah personel reaksi cepat yang bisa langsung menangani gangguan lalu lintas,” jelas Iqbal.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari perencanaan transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Dishub berharap sistem ini mampu mengurangi kemacetan di kawasan transit utama dan mendukung visi Pemerintah Kota Bekasi dalam meningkatkan layanan publik, khususnya di sektor transportasi. (adv)***




