BEKASI.POJOKSATU.id - Adanya kasus keracunan akibat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kota Baru III, membuat alaram peringatan untuk pengawasan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, menegaskan bahwa lemahnya pengawasan pada saat distribusi ke murid menimbulkan kasus keracunan di Kota Bekasi.
"Ini peringatan serius bagi kita semua. Ini bukan sekadar kasus kesehatan biasa, melainkan alarm keras mengenai lemahnya pengawasan distribusi serta konsumsi," ucap Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman saat dihubungi, Sabtu 4 Oktober 2025.
Baca Juga : Diduga Gara-Gara Konsumsi MBG, 6 Siswa SDN Kota Baru di Bekasi Masuk Rumah Sakit
Untuk itu, Pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perdagangan, untuk melakukan investigasi menyeluruh dengan adanya kasus keracunan.
"Investigasi menyeluruh terhadap kasus ini untuk memastikan penyebab utama, termasuk uji laboratorium terhadap produk yang dikonsumsi," tegas dia.
Dirinya meminta evaluasi peredaran produk pangan di sekolah, dengan memperketat pengawasan kantin sekolah dan pedagang sekitar sekolah.
Baca Juga : Semangka Diduga Penyebab Keracunan di SDN Kota Baru 3
"Edukasi masif kepada pihak sekolah, orang tua, dan siswa terkait bahaya konsumsi makanan/minuman yang tidak jelas manfaat dan kandungannya," ucap dia.
Menurut dia, perlu ada penindakan tegas bila terbukti ada kelalaian dari produsen atau distributor dalam standar keamanan produk.
"Jangan sampai kasus ini dianggap sepele dan berlalu begitu saja tanpa evaluasi dan perbaikan sistemik. Pemerintah Daerah wajib hadir memberikan perlindungan maksimal terhadap generasi muda Kota Bekasi," pungkas dia.***




