BEKASI.POJOKSATU.id - Pondok Pesantren yang berada di wilayah Bekasi, siap terlibat dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disebabkan karena, Pondok Pesantren sudah terbiasa mengelola konsumsi para santri yang jumlahnya mencapai ribuan orang.

Pimpinan Pondok Pesantren Annur, KH Ahmad Ushtuchri mengatakan, melibatkan pesantren dalam program MBG bisa menjadi solusi.

Karena, Kafa Ahmad dalam satu pesantren, jumlah santrinya bisa setara dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani satu SPPG.

"Saya kira MBG bisa basisnya dimulai dari pesantren-pesantren. Karena pesantren ini santrinya ribuan dan mereka sudah terbiasa mengelola makan para santri setiap harinya,"
Ucap Ahmad, Senin 13 Oktober 2025.

Ahmad menuturkan, untuk program MBG sudah menjamah Pondok Pesantren yang berada di wilayah Kota Bekasi.

Baca Juga : Diskusi Alumni GMNI Kota Bekasi Berjalan Ricuh, Ini Yang Menjadi Penyebabnya

Hanya saja, para santri baru sebatas sebagai penerima manfaat dari program tersebut, bukan sebagai pihak pengelola.

"Kalau di Pondok Pesantren Annur itu belum masuk, tapi kalau di pesantren lain sudah. Memang untuk di Kota Bekasi ini realisasi MBG cukup lambat, kalau saya lihat," terang dia.

Ahmad mengungkapkan bahwa luas lahan untuk pendirian Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) juga menjadi kendala. Terutama, di daerah perkotaan seperti Kota Bekasi yang jumlah lahan mulai minim serta mahal dari sisi harga.

"Kalau di Bekasi ini tantangannya pada syarat luas lahan untuk SPPG yang susah dipenuhi. Makanya, saya melihat progres MBG agak lambat di kota ini," ucap dia.

Baca Juga : Ribuan penari tampil memukau dalam Indonesia Menari 2025 Di Kota Bekasi

Ahmad juga menegaskan bahwa MBG merupakan program bagus yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia pun berharap program ini berjalan sukses sesuai dengan yang direncanakan.

"Ini niat baik Pak Prabowo untuk menaikan taraf gizi masyarakat, terutama anak-anak. Tapi pelaksanaan di bawah jangan sampai mencederai niat baik ini," jelas dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menegaskan, pelaksanaan MBG harus dipastikan dapat berjalan aman, higienis. Serta, dapat membawa manfaat nyata bagi siswa maupun orang tua.

“Dengan pengelolaan yang baik, program nasional ini diyakini akan berdampak positif. Baik pada kesehatan dan prestasi anak-anak-anak Kota Bekasi,” pungkas dia.***