BEKASI.POJOKSATU.id – Sejumlah halte bus modern dan berkonsep smart di Kota Bekasi kini mengalami kerusakan dan kurang perawatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun bekasi.pojoksatu.id, sebanyak 10 halte dibangun dengan total anggaran Rp1,6 miliar, di mana setiap halte menelan biaya sekitar Rp200 juta. Namun, hanya setahun setelah dibangun, kondisi halte-halte tersebut kini memprihatinkan.
Dari 10 halte tersebut, dua di antaranya mengalami kerusakan, satu beralih fungsi menjadi tempat berjualan, sementara lainnya tampak kotor, berdebu, dan dipenuhi sarang laba-laba.
Salah satu contoh paling mencolok terlihat di Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur. Fasilitas yang seharusnya digunakan untuk menunggu angkutan umum justru berubah menjadi lapak dagangan, lengkap dengan barang-barang menumpuk di dalamnya.
Minimnya perawatan rutin dari pihak terkait membuat kondisi halte-halte tersebut semakin memburuk.
Warga Bekasi Timur, Vini (20 tahun), mengaku kecewa dengan kondisi halte yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
“Halte itu kan fasilitas umum, harusnya digunakan sebagaimana mestinya. Pemerintah seharusnya menindak oknum yang menyalahgunakan,” ujar Vini, Senin 20 Oktober 2025.
Ia menambahkan, kini masyarakat menjadi enggan menunggu angkutan di halte karena tempatnya sudah beralih fungsi dan tampak kumuh.
Baca Juga: Pelayanan Rumah Sakit Hermina Bekasi Kembali Normal Setelah Terjadi Kebakaran
“Kalau nunggu angkot dan lihat haltenya dipakai buat dagang, jadi malas menunggu di sana,” keluhnya.
Halte-halte yang dulunya digadang sebagai simbol modernisasi transportasi Kota Bekasi, kini justru berubah menjadi bangunan lusuh dan terbengkalai, mencerminkan gagalnya upaya Pemkot dalam merawat fasilitas publik bernilai miliaran rupiah.***




