BEKASI.POJOKSATU.ID - Kota Bekasi tetap menunjukkan denyut aktivitas yang tinggi di tengah libur panjang Natal dan cuti bersama akhir tahun.
Meski ribuan warga memilih mudik atau berlibur ke luar kota, geliat aktivitas di dalam kota justru tidak surut.
Pusat perbelanjaan, ruang publik, dan tempat hiburan keluarga tetap dipadati pengunjung, menandakan adanya pergeseran pola liburan masyarakat.
Baca Juga: Cuaca dan Macet Bikin Warga Bekasi Pilih Mal Jadi Destinasi Liburan
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bekasi mencatat peningkatan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan selama libur akhir tahun.
Ketua APPBI Bekasi, Djaelani, menyebut lonjakan pengunjung mal berada di kisaran 20 hingga 30 persen dibandingkan hari normal.
Bahkan, pada Jumat dan Sabtu, kenaikannya mencapai 40 hingga 50 persen.
Baca Juga: Motor Keyless Tetap Jadi Sasaran, Aksi Pencurian Saat Hujan Digagalkan Warga Bekasi
Fenomena ini menunjukkan kontras menarik. Di satu sisi, arus mudik dan perjalanan wisata ke luar kota tetap berlangsung, terlihat dari padatnya jalur tol dan terminal.
Namun di sisi lain, banyak warga Bekasi memilih tetap tinggal di dalam kota dan memanfaatkan fasilitas hiburan yang tersedia.
Mal menjadi destinasi favorit karena menawarkan kenyamanan, keamanan, dan kepraktisan di tengah cuaca yang tidak menentu serta kemacetan lalu lintas.
Baca Juga: Aksi Curanmor di Tengah Hujan Terbongkar, Pelaku Kedapatan Bawa Banyak Pelat Nomor
Djaelani menyebut, keluarga menjadi segmen pengunjung terbesar selama libur akhir tahun.
Libur sekolah turut mendorong orang tua mengajak anak-anak beraktivitas di dalam kota, mulai dari menonton film, bermain di wahana anak, hingga berburu diskon akhir tahun.
Program promo besar-besaran yang digelar pengelola mal menjadi daya tarik tambahan.
Selain pusat perbelanjaan, sejumlah ruang publik dan kawasan kuliner di Bekasi juga terpantau ramai.
Warga memanfaatkan momen libur panjang untuk bersantai tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Baca Juga: Video TPS Liar Babelan Ternyata Lama, Pemkab Bekasi Tetap Siapkan Penanganan Lanjutan
Faktor efisiensi waktu dan biaya menjadi pertimbangan utama, terutama bagi mereka yang enggan menghadapi kemacetan arus mudik dan wisata.
Tren ini juga menunjukkan perubahan gaya liburan masyarakat urban. Staycation di kota sendiri kini dianggap sebagai pilihan yang rasional dan menyenangkan.
Dengan bertambahnya pusat perbelanjaan dan fasilitas hiburan di Bekasi, warga tidak lagi merasa harus pergi ke luar kota untuk menikmati liburan.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Tinjau TPS Liar Babelan Gara-Gara Video
APPBI Bekasi memprediksi kepadatan pengunjung masih akan berlanjut hingga malam pergantian tahun.
Okupansi pusat perbelanjaan diperkirakan bisa menembus 60 hingga 70 persen, terutama jika diiringi program diskon akhir tahun dan midnight sale.
Kondisi tersebut membuktikan bahwa meskipun sebagian warga Bekasi memilih mudik atau berlibur ke luar daerah, roda ekonomi dan aktivitas sosial di dalam kota tetap bergerak.
Bekasi pun tetap ramai, hidup, dan menjadi tujuan liburan bagi warganya sendiri.***




