BEKASI.POJOKSATU.id – Proses evakuasi truk sampah yang tertimbun longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, akhirnya berhasil diselesaikan. Tiga unit truk sampah yang terperosok ke aliran Kali Asem dievakuasi menggunakan alat berat selama kurang lebih enam jam.
Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan satu unit truk crane, mengingat posisi kendaraan yang berada di dasar aliran kali serta tertimbun material sampah.
“Alhamdulillah tiga buah truk sampah yang terperosok ke dalam Kali Asem berhasil dievakuasi dengan menggunakan satu alat berat jenis truk crane dan memakan waktu enam jam,” ungkap Sukadi, saat dihubungi awak media, Kamis, 1 Januari 2026.
Baca Juga: Dukung Pariwisata Lokal Libur Tahun Baru Ade Puspitasari Bersama Keluarga di Enchanting Valley Bogor
Dalam pelaksanaan evakuasi truk sampah, petugas sempat mengalami kendala teknis akibat berat kendaraan yang bercampur dengan timbunan sampah.
“Selingnya (tali baja) sempat putus waktu menarik beban kendaraan sampah yang lumayan berat, ditambah sampah yang belum terbuang,” jelasnya.
Sukadi menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari longsor sampah yang terjadi di area TPST Bantargebang. Longsoran material sampah menyeret tiga truk yang sedang melintas hingga terperosok ke aliran kali.
“Jadi kemarin tuh terjadi longsor dan menyebabkan tiga truk terbawa longsor hingga masuk ke aliran kali,” ungkap dia.
Baca Juga: Sampah Malam Tahun Baru Penuhi Jalan Ahmad Yani Bekasi, Petugas DLH Kerja Sejak Subuh
Diketahui, longsor di TPST Bantargebang dipicu oleh kondisi kapasitas tempat pembuangan yang telah melebihi daya tampung (overload), ditambah dengan faktor cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir.
Meski insiden tersebut menyebabkan kerugian materiil, Sukadi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka akibat kejadian longsor sampah tersebut,” tutup Sukadi.***




