BEKASI.POJOKSATU.id - Puluhan kendaraan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mangkrak begitu saja, di sebuah lahan kosong yang berada di Jalan Telkom, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.
Pantauan Pojokbekasi di lokasi, lahan seluas sekitar 1.400 meter persegi sudah ditutupi tumbuhan-tumbuhan liar setinggi lutut. Selain itu juga, beberapa kendaraan sudah terlihat mengalami rusak parah.
Kendaraan yang berada di lokasi tersebut yakni, tiga kendaraan operasional Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), termasuk satu unit mobil oranye penyiram tanaman. Selain itu, tampak satu unit bus toilet milik Pemkot Bekasi, satu unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit mobil Kijang operasional Kecamatan Bekasi Barat.
Di sisi lain lahan, lima unit motor gerobak pengangkut sampah tampak mangkrak dan berdebu. Tak hanya itu, satu unit mobil angkutan kota (angkot) juga ikut terparkir, menambah deretan kendaraan lama yang kini hanya menjadi rongsokan.
Seluruh kendaraan tersebut terlihat tidak lagi beroperasi. Sebagian bahkan nyaris tertutup rerumputan, mempertegas kesan terbengkalai dan tanpa pengelolaan aset yang jelas.
Baca Juga : Demo di TPA Burangkeng, Nemin Jembatani Aspirasi Warga ke Pemerintah Daerah
Menurut warga sekitar, Sarim (70) mengaku, bahwa diminta untuk bersih-bersih rumput dan memegang kunci lahan saja.
Sarim menjelaskan, tidak mengetahui status kepemilikan lahan maupun asal-usul kendaraan yang terparkir di dalamnya.
“Saya mah cuma disuruh babat rumput doang. Kalau nggak disuruh, ya nggak ke sini,” ujar Sarim saat ditemui di lokasi, Kamis 22 Januari 2026.
Sarim menuturkan, tidak setiap hari berada di lahan tersebut. Hanya saja beberapa kali untuk membersihkan rumput liar yang tumbuh.
Baca Juga : Korban Sempat Terlihat di Warung Kopi Sebelum Tertemper Kereta di Perlintasan Agus Salim
“Kalau kontrol tiap pagi atau sore mah enggak. Saya nggak jaga, cuma disuruh doang,” ucap dia.
Ia menambahkan, lahan tersebut dulunya merupakan kawasan permukiman. Rumah-rumah di lokasi itu perlahan menghilang sebelum akhirnya berubah menjadi lahan kosong dan dipenuhi kendaraan.
“Dulu mah rumah. Rumahnya udah nggak ada, terus jadi lahan kosong,” jelas Sarim.
Sarim memperkirakan kendaraan-kendaraan tersebut telah terparkir lebih dari lima tahun. Selama itu pula, ia mengaku tidak pernah menerima upah uang.
“Saya tidak digaji. Paling ambil pisang, singkong. Itu aja,” tutup dia.***




