BEKASI.POJOKSATU.id - Kerusakan jalan di Kota Bekasi masih menjadi keluhan warga di sejumlah wilayah. Meski disebut sebagai prioritas, faktanya masih banyak ruas jalan yang belum tertangani dan perbaikannya belum merata.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu alasan utama mengapa perbaikan jalan belum bisa dilakukan secara menyeluruh dan serentak.

“Ya iya dong, karena kebutuhan kita kan cukup panjang dan banyak. Untuk kegiatan yang namanya infrastruktur, jalan itu tetap menjadi prioritas,” ujar Tri, Senin 2 Februari 2026.

Tri menegaskan Pemkot Bekasi tetap memfokuskan pelayanan pada sektor infrastruktur. Ia menyebut, alokasi anggaran masih didominasi untuk kebutuhan pembangunan, terutama melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).

“Kalau dilihat dari konsep anggaran yang ada, BMSDA itu menjadi primadona karena hari ini kita memang fokus melayani warga masyarakat,” jelas Tri.

Baca Juga : Bulan Februari Makin Seru: Promo Ultah 12K di Transera Waterpark

Namun, di sisi lain, Tri juga menegaskan perbaikan jalan tidak bisa dilakukan sekaligus. Anggaran daerah, kata dia, harus dibagi untuk kebutuhan lain yang juga mendesak.

“Kebutuhan banyak, tentu kita harus mengatur skala prioritas. Tidak mungkin semuanya dikerjakan sekaligus,” kata dia.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa warga masih harus bersabar. Sebab, meski jalan disebut prioritas, pengerjaannya tetap dilakukan bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga : Banjir Berlanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Siagakan Posko dan Tim Medis 24 Jam

Tri juga menyebut langkah Pemkot Bekasi sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang saat ini konsentrasi pada penanganan jalan sebagai bagian dari infrastruktur dasar.

“Jawa Barat hari ini konsentrasi pada penanganan jalan. Itu juga yang kita lakukan di Bekasi,” ujar Tri.

Ia pun meminta masyarakat memahami bahwa proses perbaikan jalan akan terus berjalan, meski belum bisa menjangkau seluruh ruas dalam waktu bersamaan.

“Yang penting prosesnya berjalan. Jalan tetap kita benahi, tapi bertahap menyesuaikan kondisi anggaran,” tutup dia.***