BEKASI.POJOKSATU.ID - Kenaikan Tinggi Muka Air Kali Bekasi yang dipicu cuaca mendung dan peningkatan debit sungai menyebabkan banjir di tujuh wilayah Kota Bekasi pada Kamis 12 Februari 2026 dini hari.
Air mulai masuk ke permukiman warga sejak lewat tengah malam dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 170 sentimeter.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Iman Setia Gunawan, mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor utama meningkatnya debit sungai yang kemudian berdampak pada wilayah-wilayah rawan bantaran Kali Bekasi.
Baca Juga: Pelantikan PGI Depok, Wawali Bekasi Dorong Kolaborasi Majukan Golf Jawa Barat
“Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak genangan banjir dengan ketinggian bervariasi, akibat kondisi cuaca mendung dan peningkatan debit air sungai,” ujar Iman, Kamis 12 Februari 2026.
Banjir tercatat mulai terjadi sekitar pukul 00.12 WIB di Kampung Lengkak, RT 004 RW 008.
Awalnya air setinggi 20 sentimeter masuk ke permukiman, lalu meningkat menjadi 60 sentimeter kurang dari satu jam kemudian.
Baca Juga: Bekasi Berkebaya 2026 Hadirkan Pelestarian Budaya dan Ruang Inklusif di Mall Pakuwon
Di Rumah Pompa Lengkak, TMA bahkan tercatat mencapai 640 sentimeter pada pukul 00.14 WIB, meski mesin pompa dalam kondisi menyala.
Fenomena serupa terjadi di sejumlah titik lain seperti Perumahan Pondok Mitra Lestari, Gang Mawar di Kelurahan Margahayu, Kampung Lebak Teluk Pucung, hingga Jalan Veteran Margajaya.
Di beberapa lokasi, air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter pada puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB.
Baca Juga: Pasangan Kekasih Penelantar Bayi di Apartemen Mutiara Ditangkap Polisi dalam 24 Jam
Menurut Iman, secara umum kondisi genangan mulai menunjukkan tren penurunan pada pagi hari.
“Secara umum, kondisi genangan di beberapa titik mulai menunjukkan tren penurunan,” katanya.
Meski demikian, BPBD bersama tim gabungan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan.
Pola banjir yang terjadi dini hari dinilai sebagai bagian dari siklus musiman, terutama ketika hujan turun di wilayah hulu sungai dan berdampak ke wilayah hilir beberapa jam kemudian.
Kawasan seperti Bekasi Timur, Bekasi Utara, dan Bekasi Selatan memang dikenal sebagai titik rawan saat debit Kali Bekasi meningkat.
Baca Juga: BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Bantaran Kali Bekasi Waspada Potensi Banjir Kiriman
Hubungan antara intensitas hujan, kondisi mendung berkepanjangan, dan kapasitas sungai menjadi faktor krusial dalam dinamika banjir di kota penyangga ibu kota tersebut.
Iman menegaskan bahwa pemantauan terus dilakukan di titik-titik kritis.
“Petugas gabungan masih bersiaga di lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, membantu warga, serta mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan,” jelasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya mitigasi banjir, mulai dari sistem peringatan dini, optimalisasi rumah pompa, hingga kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai.
Dengan pola banjir yang kerap terjadi dini hari, kewaspadaan warga di bantaran Kali Bekasi menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan kerugian.***




