BEKASI.POJOKSATU.ID - Aksi demonstrasi sopir angkutan kota di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Kamis 12 Februari 2026, berdampak besar terhadap arus lalu lintas.
Sejak pukul 08.00 WIB, kepadatan kendaraan mulai terjadi dan terus mengular hingga sekitar pukul 12.00 WIB siang.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular dari arah Summarecon Bekasi menuju Tol Bekasi Barat.
Baca Juga: Bayi Dibuang Pasangan Kekasih di Bekasi Meninggal Saat Dirawat di RSUD
Kemacetan terjadi akibat massa sopir angkot memarkirkan kendaraannya di dua ruas jalan protokol tersebut, sehingga mempersempit badan jalan dan menghambat arus kendaraan.
Aksi ini dipicu pengoperasian Trans Beken Koridor 1 rute Halte Harapan Indah–Terminal Bekasi yang mulai aktif sejak Selasa 10 Februari 2026.
Para sopir angkot menilai operasional koridor tersebut berdampak pada pendapatan mereka dan menuntut agar layanan tersebut dihentikan.
Baca Juga: Apresiasi dan Penguatan Integritas, BPJS Ketenagakerjaan Optimalkan Layanan PLKK
Akibat aksi tersebut, pengguna jalan yang melintas di jalur utama Kota Bekasi harus menghadapi perlambatan signifikan.
Banyak pekerja yang hendak menuju kantor mengaku terjebak kemacetan lebih lama dari biasanya.
“Saya biasanya dari Summarecon ke arah Tol Bekasi Barat cuma sekitar 15–20 menit. Ini hampir satu jam lebih belum juga sampai,” ujar Andri, dikutip dari Radar Bekasi, 12 Februari 2026.
Baca Juga: Trans Beken Bikin Penghasilan Turun 80 Persen, Sopir Angkot Bekasi Siap Demo Lagi
Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lain yang harus memutar arah atau mencari jalur alternatif untuk menghindari titik kemacetan.
Beberapa pengemudi ojek online bahkan memilih membatalkan pesanan karena waktu tempuh yang tidak menentu.
Di tengah situasi tersebut, aparat kepolisian dan jajaran Dinas Perhubungan Kota Bekasi terlihat berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.
Petugas berupaya mengurai kepadatan dengan mengalihkan sebagian kendaraan ke jalur lain serta mengatur buka tutup arus.
Seorang petugas Dishub di lokasi mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal agar arus kendaraan tetap bergerak meski tersendat.
Baca Juga: Aksi Sopir Angkot Bikin Ahmad Yani Lumpuh, Polisi Terapkan Pengalihan Arus
“Kami lakukan pengaturan supaya tidak terjadi kemacetan total. Kendaraan tetap bisa melintas walaupun pelan,” ujarnya.
Meski demikian, dampak aksi tersebut tetap terasa signifikan bagi aktivitas warga.
Jalan Ahmad Yani yang merupakan salah satu urat nadi transportasi di Kota Bekasi menjadi titik kemacetan cukup parah selama kurang lebih empat jam.
Hingga berita ini ditulis, massa sopir angkot masih bertahan melakukan aksi.
Aparat keamanan tetap berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah terjadinya gangguan lebih lanjut terhadap ketertiban umum dan arus lalu lintas di kawasan tersebut.***




