BEKASI.POJOKSATU.ID - Reaksi tegas ditunjukkan Lurah Cimuning, Omad Sandra Saputra, saat mendapati proyek penggalian kabel fiber optik di Perempatan Masan, Kelurahan Cimuning, Kota Bekasi, berjalan dengan pengamanan minim.
Merasa keselamatan warga terancam, Omad langsung turun ke lokasi melakukan inspeksi mendadak pada Selasa 24 Februari 2026.
Didampingi Bhabinkamtibmas dan Ketua RW 007, Omad meninjau langsung aktivitas penggalian yang berada di titik lalu lintas padat tersebut.
Baca Juga: Tri Adhianto Tinjau Perbaikan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Selesai Dalam Waktu Dekat
Ia terlihat mengecek kondisi pembatas proyek dan memperhatikan arus kendaraan yang melintas di sekitar lokasi galian.
“Kami ingin memastikan setiap pekerjaan di wilayah Cimuning berjalan sesuai prosedur, terutama yang menyangkut keselamatan warga,” tegas Omad, dikutip dari Radar Bekasi, 25 Februari 2026.
Perempatan Masan dikenal sebagai salah satu titik mobilitas tinggi di kawasan tersebut.
Kendaraan roda dua dan roda empat silih berganti melintas, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Namun di lokasi proyek, pembatas dan pagar pengaman dinilai tidak memadai.
Beberapa titik galian terlihat dekat dengan badan jalan tanpa rambu peringatan yang jelas.
Baca Juga: JTT Lakukan Pemeliharaan Tol Jakarta–Cikampek, Pastikan Perjalanan Aman Jelang Ramadan
Kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara yang kurang waspada atau saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
Omad mengaku geram karena proyek yang bersinggungan langsung dengan ruang publik seharusnya memprioritaskan aspek keselamatan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan keamanan masyarakat.
“Semua harus dibenahi. Tujuannya jelas, agar situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” tandasnya dengan nada tegas.
Selain persoalan pengamanan fisik, Omad juga menyoroti pengaturan waktu pengerjaan.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Terima Bantuan Atensi Rp776 Juta, Digelar Operasi Katarak hingga Bantuan Usaha
Ia meminta pelaksana proyek menyesuaikan jam kerja agar tidak memperparah kemacetan maupun mengganggu aktivitas warga di sekitar perempatan.
Sidak tersebut menjadi bentuk kepemimpinan responsif pemerintah kelurahan dalam mengawasi setiap kegiatan di wilayahnya.
Omad menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam jika ada pekerjaan yang berpotensi membahayakan warga.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Tegaskan Pemutakhiran Data Bansos dan Sinergi dengan Kemensos
Menurutnya, setiap kontraktor wajib berkoordinasi dengan kelurahan dan pengurus lingkungan sebelum memulai pekerjaan, terutama untuk proyek yang berdampak langsung pada lalu lintas dan keselamatan umum.
“Kita tidak melarang pembangunan, tapi prosedur keselamatan harus dipenuhi. Jangan sampai warga jadi korban karena kelalaian,” ujarnya.
Kelurahan Cimuning juga meminta pelaksana proyek segera melengkapi sarana pengamanan seperti pagar proyek yang kokoh, rambu peringatan, serta penataan area kerja yang lebih tertib.
Baca Juga: Polisi Minta Masyarakat Kabupaten Bekasi Waspada Peredaran Uang Palsu, Ajak Masyarakat Terapkan 3D
Pengawasan akan terus dilakukan guna memastikan perbaikan benar-benar dijalankan.
Langkah tegas ini mendapat perhatian warga sekitar yang sebelumnya khawatir dengan kondisi galian terbuka di area padat kendaraan.
Kehadiran lurah di lokasi dinilai menjadi bukti komitmen pemerintah setempat dalam menjaga keselamatan publik.
Omad memastikan, pengawasan serupa akan terus dilakukan terhadap proyek-proyek lain di wilayah Cimuning.
Baginya, kepentingan dan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pembangunan.***




