BEKASI.POJOKSATU.id - Warga Jatibening, Kota Bekasi, dikejutkan dengan kabar meninggalnya Ermanto Usman (65) di kediamannya pada Senin, 2 Maret 2026. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka di tubuhnya.
Dalam peristiwa tersebut, sang istri, Pasmilawati (60), turut mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan.
Ermanto diketahui merupakan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT) yang semasa aktif bekerja dikenal vokal menyuarakan dugaan praktik korupsi di sektor kepelabuhanan.
Kepergiannya mengejutkan tidak hanya keluarga, tetapi juga kalangan aktivis pekerja.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke Diah Pitaloka, menyebut almarhum memiliki peran penting dalam pengungkapan dugaan kasus korupsi di lingkungan Pelindo.
“Pak Ermanto ini dulu karyawan JICT yang sempat di-PHK dalam kaitan kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino. Lalu dibentuk Pansus di DPR, kebetulan saya Ketua Pansus Pelindo-nya. Kerugian negara mencapai triliunan rupiah, bahkan kalau dihitung future values bisa puluhan triliun,” ujar Rieke, Rabu 4 Maret 2026.
Nama RJ Lino sebelumnya memang mencuat dalam polemik dugaan korupsi proyek di tubuh Pelindo II. Dalam proses tersebut, sejumlah karyawan, termasuk Ermanto, disebut terdampak kebijakan yang diambil perusahaan.
Semasa hidupnya, Ermanto aktif di Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) di bawah naungan KRPI. Meski telah pensiun, ia disebut tetap konsisten mengawal berbagai dugaan penyimpangan yang dinilai merugikan keuangan negara.
“Sampai terakhir saya yakin Pak Ermanto terus memperjuangkan agar dibukanya kasus yang terindikasi dipetieskan. Kasus korupsi di pelabuhan,” tegas Rieke.
Sekitar sebulan sebelum wafat, Ermanto diketahui sempat tampil dalam sebuah podcast membahas isu global bond dan proyek Kalibaru yang disebut merugikan negara hingga triliunan rupiah.
Baca Juga: DPRD Bekasi Minta Pasar Bintara Dikembalikan ke Khitah, Lindungi Pedagang Tradisional
Kepergian Ermanto juga menyisakan sejumlah pertanyaan bagi keluarga. Rieke mengungkap, almarhum sempat mengirim pesan panjang kepada keluarganya.
“Ada chat panjang ke keluarganya. Februari kemarin beliau minta maaf, minta diikhlaskan. Bahkan berpesan ke anak-anaknya kalau ada apa-apa hubungi Bu Rieke,” ungkap Rieke.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut.***




