B
EKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyebut sekitar 60 persen warganya telah meninggalkan kota untuk mudik ke kampung halaman pada momen Lebaran 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Kota Bekasi mencapai 2,58 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, mayoritas memilih pulang ke daerah asal untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, mengatakan angka pemudik tahun ini diperkirakan berada di kisaran 60 persen dari total populasi.
“Semuanya mungkin ya perkiraan di antara 60-an persen lah ya, sekitar 60 persen. Sisanya pemain inti lah ya, siap di Kota Bekasi,” ujar Tri kepada awak media, Kamis (19/3/2026).
Menurut Tri, Kota Bekasi merupakan wilayah yang terbuka bagi siapa saja, termasuk para pendatang yang ingin mencari penghidupan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pendatang yang datang ke Bekasi harus memiliki kemampuan atau keahlian tertentu agar dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Yang lebih penting adalah pastikan bahwa yang hadir di Kota Bekasi ini tentu mampu juga berkontribusi untuk memajukan Kota Bekasi,” jelasnya.
Baca Juga : 9.119 Pemudik Padati Stasiun Bekasi, Wali Kota Sebut Hari Ini Puncak Arus Mudik
Tri menambahkan, para pendatang diharapkan sudah memiliki bekal, baik keterampilan maupun tempat tinggal, meskipun harus menumpang sementara bersama kerabat atau teman.
“Salah satunya mereka tentu memiliki skill, kemudian juga diharapkan mereka di sini sudah punya tempat tinggal, walaupun dengan saudara atau teman. Sehingga mereka tidak terlantar,” katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pendatang tanpa keahlian, Tri mengakui kondisi tersebut akan menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, lapangan pekerjaan di Kota Bekasi saat ini semakin terbatas.
“Kalau tidak punya skill, tentu akan lebih berat lagi, karena hari ini lapangan pekerjaan pun semakin sulit. Jadi dibutuhkan kreativitas, inovasi, dan keahlian agar mereka bisa survive,” tegasnya.
Pemkot Bekasi pun memastikan tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin datang dan berkembang, selama memiliki kesiapan untuk beradaptasi dan berkontribusi secara positif di Kota Bekasi.***




