BEKASI.POJOKSATU.id – Imbas tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghentikan sementara perjalanan kereta api jarak jauh dari sejumlah stasiun di Jakarta.

Penghentian ini dilakukan guna mendukung proses evakuasi dan penanganan korban, sekaligus memastikan keselamatan operasional perjalanan kereta api.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, saat ini fokus utama pihaknya adalah penanganan korban, khususnya penumpang KRL yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

“Seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan,” ujar Anne, Selasa 28 April 2026.

Dalam insiden tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat setelah berhasil dievakuasi.

“Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” jelasnya.

Namun, kondisi berbeda dialami penumpang KRL. Sebanyak 38 orang dilaporkan mengalami luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

Baca Juga : Tabrakan Dua Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Berawal dari Insiden Taksi Tertemper di Perlintasan Ampera

Selain korban luka, KAI juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Tercatat empat orang meninggal dunia.

“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ucap Anne.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan jalur.

Akibat kejadian ini, pola operasi perjalanan kereta juga mengalami penyesuaian. Untuk penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir, KAI menyediakan armada bus sebagai alternatif perjalanan menuju Stasiun Gambir.

Hingga saat ini, proses penanganan di lokasi masih berlangsung dan petugas gabungan terus bekerja untuk menormalkan kembali operasional perjalanan kereta api.***