BEKASI.POJOKSATU.id -  PT Kereta Api Indonesia mengadakan doa bersama dan tahlilan untuk mengenang korban kecelakaan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek, Senin, 4 Mei 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan tepat tujuh hari setelah insiden yang menewaskan 16 orang serta menyebabkan puluhan lainnya masih dirawat di sejumlah rumah sakit.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka mendalam bagi para korban.

“Kami melakukan tahlilan, sekaligus doa bersama untuk korban yang wafat, ada 16 orang. Saudara-saudara kita ini telah mendahului kita, dan ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kami,” ujar Bobby.

Baca Juga: Semangat Kartini, TP PKK Bekasi Ajak Perempuan Lebih Peduli Kesehatan

Selain itu, KAI memastikan korban luka mendapatkan pendampingan penuh selama masa perawatan. Petugas disiagakan selama 24 jam di rumah sakit guna membantu kebutuhan para korban.

“Untuk korban yang luka-luka, kami melakukan pendampingan penuh. Selalu ada staf kami 24 jam di rumah sakit untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi,” jelasnya.

Perusahaan juga menegaskan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang masih dirawat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap penumpang.
Sementara bagi korban meninggal dunia, KAI memberikan pendampingan kepada keluarga, mulai dari proses evakuasi hingga pemakaman.

“Kami mendampingi secara penuh, bahkan hingga mengantarkan ke liang kubur. Kami juga memastikan seluruh hak-hak korban terpenuhi. Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang sangat mendalam,” tutupnya.

Diketahui, kecelakaan yang melibatkan Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut menjadi salah satu insiden paling memilukan dalam beberapa waktu terakhir, dengan total 16 korban jiwa dan puluhan korban luka.***