BEKASI.POJOKSATU.id - Duka mendalam menyelimuti keluarga Sanoeri (41 tahun), pedagang tahu goreng yang meninggal dunia usai gerobaknya ditabrak mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Korban diketahui merupakan tulang punggung keluarga dan meninggalkan seorang istri serta anak yang masih berusia empat tahun.

Ketua RW 2 Kelurahan Aren Jaya, Sri Suryani, mengatakan Sanoeri sehari-hari berjualan tahu goreng di lokasi kejadian untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Korban masih punya anak usia empat tahun. Dia tulang punggung keluarga,” ujar Sri kepada wartawan di rumah duka, Selasa 12 Mei 2026.

Baca Juga: TP PKK Kota Bekasi Sosialisasikan Aplikasi Si Cantik untuk Digitalisasi Data Keluarga

Menurut Sri, kecelakaan terjadi saat korban sedang menggoreng tahu di gerobaknya sebelum tiba-tiba ditabrak mobil Daihatsu Grandmax milik SPPG yang digunakan untuk operasional program makan bergizi gratis (MBG).

Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

“Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi luka di bagian kepala cukup parah,” katanya.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Sanoeri dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan ramah terhadap warga sekitar.

“Orangnya baik, sopan, enggak neko-neko. Kalau ketemu warga pasti nyapa,” ungkap Sri.
Ia juga menjelaskan bahwa korban tinggal bersama kedua orangtuanya di wilayah RT 007/RW 002 Kelurahan Aren Jaya.

Baca Juga: Abdul Harris Bobihoe Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat

Sebelumnya, Sanoeri sempat tinggal di rumah kontrakan bersama keluarganya sebelum akhirnya diminta menetap bersama orangtuanya.

“Tadinya ngontrak. Karena orang tuanya di sini cuma berdua, akhirnya diajak tinggal bareng,” jelasnya.

Hingga kini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kejadian.***