BEKASI.POJOKSATU.id – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 yang digelar di Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Ketua TP PKK Wuri Handayani, serta jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Dalam kesempatan tersebut, Harris membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Tahun ini, Harkitnas mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.”

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi momen mengenang sejarah, tetapi juga ajakan untuk bangkit menghadapi tantangan global, termasuk disrupsi teknologi, krisis pangan, dan dinamika geopolitik.

Baca Juga: Seluruh Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Sudah Dipulangkan dari RSUD

“Di tengah disrupsi teknologi, krisis pangan, hingga tantangan geopolitik dunia, Indonesia harus terus melangkah maju dengan semangat persatuan, kemandirian, dan inovasi,” demikian pesan dalam amanat Menteri.

Pemerintah juga mendorong penguatan semangat gotong royong, peningkatan literasi digital, serta pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Usai upacara, Harris Bobihoe menegaskan bahwa peringatan Harkitnas harus menjadi pemacu semangat bagi masyarakat untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi daerah.

“Hari Kebangkitan Nasional ini bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bagi kita semua agar terus bangkit, bekerja, dan berinovasi demi kemajuan Kota Bekasi. Persatuan dan semangat gotong royong harus terus kita jaga di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat,” ujarnya.

Baca Juga: Pembangunan Lapangan Padel di Jatibening Masih Disetop, Pemkot Bekasi Tunggu Kesepakatan

Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi.

“Anak-anak muda harus menjadi motor kebangkitan daerah, bijak memanfaatkan teknologi, dan tetap menjaga nilai budaya serta persatuan bangsa,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Harris turut mengingatkan pentingnya peran orang tua dan guru dalam membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

“Bersama kita lahirkan generasi unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas. Kita jaga bersama para generasi muda kita dari bahaya narkoba, pornografi dan lgbt,” tutupnya.***