BEKASI.POJOKSATU.id – Tiga jamaah haji asal Kota Bekasi yang tergabung dalam kloter pertama kepulangan haji tahun 2026 harus menjalani perawatan medis setelah tiba di Asrama Haji Bekasi.

Kepala Kementerian Haji Kota Bekasi, Rian Fauzi, menjelaskan dua jamaah masih menjalani perawatan inap di RSUD Kota Bekasi, sedangkan satu jamaah lainnya hanya membutuhkan perawatan jalan di klinik dan telah diperbolehkan pulang.

“Satu jamaah mendapatkan perawatan di klinik dan sudah pulang. Hanya menjalani perawatan jalan, sedangkan dua jamaah lainnya masih mendapatkan perawatan inap di RSUD Kota Bekasi,” kata Rian Fauzi kepada BEKASI.POJOKSATU.id, Jumat (5/6/2026).

Dua jamaah yang masih menjalani perawatan merupakan pasangan suami istri asal Kecamatan Jatiasih, yakni Yusuf Hakim Azis (74) dan Maryam Abu Bakar Ibrahim (68). Keduanya merupakan bagian dari rombongan jamaah haji kloter pertama Kota Bekasi yang telah tiba kembali di Indonesia.

Menurut Rian, kondisi kesehatan jamaah yang membutuhkan penanganan medis dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari usia lanjut, riwayat penyakit bawaan, perubahan cuaca, hingga kelelahan fisik akibat aktivitas ibadah yang padat selama di Tanah Suci.

“Biasanya faktor usia juga berpengaruh. Ada yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, atau kondisi kesehatan lainnya. Selain itu, perubahan cuaca serta aktivitas fisik yang cukup berat sejak keberangkatan hingga kepulangan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan jamaah,” jelas Rian.

Meski demikian, Rian memastikan sebagian besar jamaah haji yang tergabung dalam kloter pertama tiba di Kota Bekasi dalam kondisi sehat. Petugas kesehatan tetap melakukan pemantauan intensif terhadap jamaah yang mengalami kelelahan maupun gangguan kesehatan untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Baca Juga : Polisi Dalami Kondisi Kejiwaan Tersangka Pembunuhan Balita di Jatisampurna, Diduga Alami Gangguan Mental

“Kementerian Haji Kota Bekasi bersama tim kesehatan dan petugas haji terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh jamaah yang baru tiba mendapatkan layanan kesehatan yang optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bekasi, Agus Harpa, mengatakan Pemerintah Kota Bekasi telah menjenguk kedua jamaah yang menjalani perawatan di rumah sakit guna memastikan kondisi kesehatannya terus membaik.

Menurut Agus, kedua jamaah tersebut merupakan anggota KBIHU Al-Azhar yang tergabung dalam kloter pertama kepulangan jamaah haji Kota Bekasi. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi keduanya kini menunjukkan perkembangan positif.

“Alhamdulillah kami dari perwakilan Pemerintah Kota Bekasi sudah menjenguk beliau. Memang terdapat keluhan demam, sedangkan batuk dan pilek merupakan kondisi yang cukup umum dialami jamaah setelah menunaikan ibadah haji karena faktor kelelahan,” ujar Agus.

Ia menambahkan, Yusuf Hakim Azis sempat mengalami peningkatan kadar gula darah sehingga memerlukan observasi dan penanganan medis lebih lanjut. Namun secara umum, kondisi keduanya terus menunjukkan perbaikan.

“Pak Yusuf sempat mengalami gula darah tinggi. Namun Alhamdulillah kondisi keduanya sudah cukup membaik. Kami berharap dalam waktu dekat mereka dapat kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Bekasi bersama Kementerian Haji dan tim kesehatan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci, sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh jamaah dapat menjalani masa pemulihan dengan baik setelah menuntaskan ibadah haji.***