BEKASI.POJOKSATU.id - Perebutan kursi Sekolah Manusia Unggul atau Maung di SMAN 1 Kota Bekasi mulai masuk babak akhir.
Ratusan calon siswa yang sebelumnya mengikuti seleksi kini harus memastikan kursinya melalui tahapan daftar ulang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Kota Bekasi, Sukiman, mengatakan daftar ulang hanya berlangsung selama dua hari.
“Daftar ulang dibuka hari ini dan besok,” ujar Sukiman, Kamis (11/6/2026).
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Kota Bekasi menyiapkan 384 kursi untuk Sekolah Maung. Kuota itu dibagi ke dalam 12 rombongan belajar atau rombel. Setiap rombel akan diisi 32 murid.
“Setiap rombel untuk Sekolah Maung kami isi dengan 32 murid,” katanya.
Berbeda dari jalur reguler, penerimaan Sekolah Maung menggunakan beberapa jalur seleksi.
Sukiman menjelaskan, pembagian jalur itu dibuat untuk menjaring calon siswa dari berbagai kategori prestasi.
Kuota terbesar diberikan untuk jalur nilai rapor, yakni 50 persen. Kemudian jalur kejuaraan akademik mendapat alokasi 20 persen.
Jalur kompetensi non-akademik juga mendapat porsi 20 persen. Sementara itu, jalur potensi akademik mendapat alokasi 10 persen.
Khusus jalur potensi akademik, sekolah menetapkan syarat lebih ketat. Calon siswa wajib memiliki skor IQ minimal 130 dengan skala Wechsler.
“Itu dibuktikan dari skor IQ ya, skala Wechsler itu minimal 130. Kemudian memiliki kreativitas tinggi, dan ketahanan terhadap tugas yang kuat,” ungkapnya.
Baca Juga : Listrik Padam Berjam-jam di Sejumlah Wilayah Kota Bekasi, PLN Sebut Sedang Lakukan Perkuatan Sistem
Hasil tes IQ tersebut juga harus diterbitkan lembaga yang berwenang. Dokumen hanya dapat diterbitkan oleh psikolog yang terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia atau HIMPSI.
Selain itu, hasil psikotes juga bisa berasal dari perguruan tinggi terakreditasi yang menyelenggarakan psikotes.
“Hasil tes IQ wajib diterbitkan oleh psikolog yang terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia atau oleh perguruan tinggi terakreditasi yang menyelenggarakan psikotes,” tuturnya.
Sukiman menyebut, tahapan Sekolah Maung memang digelar lebih awal dibandingkan sekolah reguler.
Pendaftaran serta seleksi administrasi dan akademik telah berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026. Sementara daftar ulang dilakukan pada 9 hingga 10 Juni 2026.
Menurutnya, jadwal lebih awal itu dibuat agar calon siswa yang belum lolos masih memiliki kesempatan mengikuti SPMB reguler.
“Pelaksanaannya lebih awal dibandingkan sekolah reguler. Tujuannya agar peserta didik yang belum lolos di Sekolah Maung, masih memiliki kesempatan mengikuti SPMB di sekolah reguler,” pungkasnya.***




